Koranindopos.com, BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Kementerian Sosial RI menjamin distribusi bantuan sosial (Bansos) tepat sasaran. Oleh karena itu, mereka memperkuat pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja dalam seremonial sosialisasi DTSEN oleh Menteri Sosial RI kepada para camat, kepala desa, lurah, dan operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat pada Rabu (4/3/2026).
Asep Surya Atmaja mengaku siap mendukung pemutakhiran data melalui penguatan peran operator desa serta dukungan sarana dan prasarana. ”Untuk SIKS-NG memang bukan gaji, tetapi tali asih sebesar Rp 500 ribu per bulan yang dibayarkan setiap tiga bulan. Ke depan, pada triwulan ketiga kami akan menambah dukungan satu desa satu laptop,” ujarnya.
Menurut Asep, tantangan pemutakhiran data di Kabupaten Bekasi berkaitan dengan perbedaan jumlah penduduk di setiap desa. Desa dengan jumlah penduduk besar membutuhkan operator lebih banyak dibandingkan desa dengan populasi lebih kecil. Karena itu, penambahan operator desa akan disesuaikan secara teknis berdasarkan kebutuhan masing-masing desa. ”Dengan dukungan yang terukur ini, kami berharap operator desa dapat bekerja lebih profesional sehingga data yang dihasilkan benar-benar akurat,” katanya.
Sementara itu, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa pemutakhiran DTSEN merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang mengamanatkan pemerintah pusat dan daerah untuk berkoordinasi dalam membantu pembaruan data yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS). ”Data yang baik akan memandu program-program kita agar tepat sasaran. Tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi secara bertahap meningkatkan sumber daya manusia, khususnya di bidang ekonomi,” kata Saifullah Yusuf. (rls/why/mmr)










