Koranindopos.com, Jakarta – Menjelang penayangannya di akhir April, film Dilan ITB 1997 dipromosikan dengan cara berbeda. Alih-alih hanya mengandalkan trailer dan media sosial, tim produksi memilih menghadirkan pengalaman langsung bagi penonton melalui sebuah konser terbuka di Bandung.
Rumah produksi Falcon Pictures menjadwalkan acara tersebut pada 23 April 2026 di Lapangan Sabuga. Konser bertajuk “Konser Dilan ITB 1997: In Resonantia Progressio” ini dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.
Pendekatan ini dinilai sebagai upaya untuk membangun kedekatan emosional dengan penonton sebelum film dirilis. Tidak hanya menghadirkan musik, acara juga menjadi ajang pertemuan antara publik dan para pemain film.
Beberapa nama yang terlibat dalam film dijadwalkan hadir, seperti Ariel NOAH, Niken Anjani, Wafda Saifan, dan Ira Wibowo. Kehadiran mereka diharapkan memberi gambaran lebih dekat tentang karakter dan cerita yang diangkat.
Di sisi lain, panggung musik akan diisi oleh berbagai musisi dari latar belakang genre berbeda. Mulai dari The Panasdalam Bank, Barasuara, Koil, hingga kolaborasi Dongker dengan Jason Ranti. Selain itu, Hydro Koplo dan Ijay Irawan juga akan tampil meramaikan suasana.
Produser Falcon Pictures, Frederica, menjelaskan bahwa konser ini merupakan bagian dari strategi untuk menghadirkan pengalaman yang lebih luas dari sekadar menonton film.

“Kami ingin penonton tidak hanya mengenal cerita Dilan dari layar, tetapi juga merasakan suasananya secara langsung. Karena itu, konser ini kami buat sebagai ruang interaksi,” ujar Frederica.
Menurutnya, konsep gratis dipilih agar acara bisa menjangkau lebih banyak kalangan. “Dengan terbuka untuk umum, kami berharap semakin banyak orang yang bisa ikut merasakan pengalaman ini dan kemudian tertarik menonton filmnya,” katanya.
Bandung dipilih bukan tanpa alasan. Kota ini menjadi bagian penting dalam cerita Dilan, sehingga suasana yang dihadirkan diharapkan terasa lebih autentik bagi penonton.
Film Dilan ITB 1997 sendiri dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 30 April 2026. Konser ini menjadi salah satu langkah awal untuk membangun perhatian publik sebelum hari penayangan tiba. (BRG/Kul)










