Koranindopos.com – JAKARTA – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral kembali mengundang produsen bahan bakar alternatif Bobibos, yakni PT Inti Sinergi Formula, untuk melanjutkan pembahasan terkait kelayakan produk yang mereka kembangkan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong inovasi energi nasional sekaligus mempercepat terwujudnya kemandirian energi berbasis karya anak bangsa. Ditjen Migas menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pengembangan bahan bakar alternatif agar memenuhi standar yang ditetapkan sebelum dapat digunakan secara luas.
Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad, menyampaikan bahwa pertemuan lanjutan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi awal yang telah dilakukan pada 14 April 2026. Fokus utama pembahasan adalah mematangkan rencana pengujian laboratorium serta memastikan aspek standardisasi dan klasifikasi produk.
“Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal pada 14 April lalu, untuk mematangkan rencana pengujian laboratorium serta memastikan standardisasi dan klasifikasi produk sebelum dipasarkan atau digunakan secara luas,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/4/2026).
Rencananya, bahan bakar Bobibos akan menjalani serangkaian pengujian di Lembaga Minyak dan Gas Bumi guna menilai kualitas, keamanan, serta kesesuaiannya dengan standar bahan bakar yang berlaku di Indonesia.
Pengembangan bahan bakar alternatif seperti Bobibos dinilai menjadi langkah strategis di tengah tantangan ketahanan energi global. Inovasi ini tidak hanya berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil konvensional, tetapi juga membuka peluang bagi tumbuhnya industri energi berbasis teknologi lokal.
Pemerintah berharap, melalui proses pengujian dan evaluasi yang ketat, produk-produk inovatif dalam negeri dapat bersaing serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung transisi energi nasional.(dhil)










