Koranindopos.com-Nama Pep Guardiola sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Manchester City. Selama satu dekade terakhir, pelatih asal Catalan itu mengubah City dari sekadar klub kaya menjadi kekuatan dominan sepak bola Inggris dan Eropa.
Laga kontra Aston Villa yang berakhir dengan kekalahan 1-2 pada akhir musim 2025/2026 menjadi pertandingan ke-593 Guardiola bersama City. Catatan itu membuatnya melewati rekor milik Les McDowell sebagai pelatih dengan jumlah pertandingan terbanyak dalam sejarah klub.
Namun, warisan Guardiola jauh melampaui angka. Ia meninggalkan revolusi taktik, budaya kemenangan, dan generasi pemain kelas dunia yang membentuk era emas Manchester City.
Musim pertama Guardiola di Premier League tidak berjalan mulus. Setelah meraih 10 kemenangan beruntun di awal musim, City mulai goyah. Kekalahan telak dari Leicester City dan Everton membuat banyak pihak meragukan apakah filosofi sepak bola Guardiola bisa sukses di Inggris.
Saat menghadapi Tottenham Hotspur asuhan Mauricio Pochettino, Guardiola akhirnya kembali pada identitas sepak bolanya: formasi klasik 4-3-3 ala Barcelona.
Dengan duet kreatif Kevin De Bruyne dan David Silva di lini tengah, serta kecepatan Leroy Sane dan Raheem Sterling di sisi sayap, City mulai menemukan kembali jati dirinya. Meski hanya bermain imbang 2-2, pertandingan ini menjadi titik balik. City kemudian mencatatkan 11 laga tanpa kekalahan dan fondasi era Guardiola mulai terbentuk.
Musim kedua Guardiola menjadi awal dominasi mutlak City di Inggris. Kehadiran Ederson, Kyle Walker, dan Bernardo Silva membuat permainan City mencapai level baru. Kemenangan 7-2 atas Stoke City menjadi simbol bagaimana City bermain seperti tim dari “planet lain”.
De Bruyne tampil luar biasa dengan umpan-umpan kreatif yang sulit dipahami lawan. Sementara Guardiola memperkenalkan konsep full-back invert melalui peran Fabian Delph yang dimainkan sebagai bek kiri masuk ke tengah lapangan. Musim itu City menutup kompetisi dengan 100 poin, rekor Premier League yang belum pernah terjadi sebelumnya. (bnt/mmr)










