Koranindopos.com, Jakarta – Konsep berlibur bagi masyarakat urban modern kini telah mengalami pergeseran makna yang cukup signifikan. Jika dahulu momentum libur pertengahan tahun identik dengan perjalanan jauh ke luar kota atau pusat perbelanjaan, kini banyak keluarga yang lebih memilih aktivitas yang berfokus pada pemulihan fisik dan mental atau dikenal dengan istilah wellness tourism.
Fenomena ini lahir sebagai respons terhadap tingginya tingkat stres dan padatnya rutinitas kaum urban di kota-kota besar. Kesadaran untuk menjaga keseimbangan hidup membuat banyak orang mulai berburu ruang-ruang relaksasi yang dapat dinikmati bersama seluruh anggota keluarga tanpa harus menempuh perjalanan yang melelahkan.
Menangkap perubahan perilaku konsumen tersebut, perusahaan wellness dan lifestyle Indonesia, Odilia Infinity Corp, turut mengambil bagian dengan mengoptimalkan jaringan layanannya. Sepanjang bulan Juni hingga Juli 2026, perusahaan ini mengampanyekan pentingnya menjaga kebugaran dan kebersamaan di masa liburan sekolah.
Langkah ini diwujudkan melalui brand wellness seperti Annathaya Spa and Wellness, Odilia Spa and Massage, serta fasilitas fitness The Square Gym. Kehadiran fasilitas-fasilitas ini diharapkan mampu menjadi opsi bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu berkualitas dengan cara yang lebih menyehatkan.
Dalam menyuarakan pentingnya rehat sejenak dari rutinitas, manajemen perusahaan menekankan bahwa kebugaran yang ideal merupakan hasil dari sinergi antara aktivitas fisik dan manajemen stres yang baik. Konsep inilah yang kini berusaha diperkenalkan secara lebih luas kepada ekosistem keluarga di Indonesia.
Melalui aspek relaksasi premium, masyarakat diajak untuk melihat kembali pentingnya menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh sejak dini. Menghabiskan waktu luang di pusat kebugaran atau tempat pemulihan kini dipandang sebagai sebuah investasi jangka panjang untuk kualitas hidup yang lebih baik.
Campaign ini dirancang untuk mendukung gaya hidup sehat, relaksasi, serta quality time bersama keluarga di tengah padatnya aktivitas masyarakat modern.
Tidak hanya menyasar kelompok dewasa atau orang tua, perhatian khusus juga mulai diarahkan kepada kelompok remaja dan mahasiswa. Usia 13 hingga 22 tahun dinilai sebagai masa krusial bagi seseorang untuk mulai membangun fondasi kebiasaan hidup yang aktif dan teratur.
Melalui fasilitas di The Square Gym, generasi muda didorong untuk tidak sekadar berolahraga demi penampilan fisik, melainkan demi memahami komposisi tubuh dan teknik latihan yang benar. Pengenalan literasi fisik ini menjadi sangat penting agar mereka terhindar dari gaya hidup menetap (sedentary lifestyle) yang rawan memicu penyakit di masa depan.
Menurut pihak perusahaan, kombinasi antara olahraga, recovery, dan relaksasi menjadi bagian penting dalam membangun healthy lifestyle yang berkelanjutan.
Hingga saat ini, sebagian masyarakat masih menganggap bahwa aktivitas di pusat kebugaran modern atau layanan spa premium merupakan sebuah bentuk kemewahan yang sekadar menghamburkan biaya. Paradigma lama inilah yang perlahan ingin diubah melalui pendekatan pelayanan yang lebih inklusif dan terbuka bagi semua kalangan.
Pihak manajemen berkomitmen untuk terus menyebarluaskan pemahaman bahwa merawat diri sendiri bukanlah sebuah tindakan egois atau pemborosan. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bagian mendasar dari pemeliharaan kesehatan preventif yang berhak didapatkan oleh setiap lapisan masyarakat.
Melalui kedua campaign ini, Odilia Infinity Corp ingin menghadirkan pengalaman wellness yang lebih dekat dengan masyarakat serta memperluas awareness bahwa spa dan fitness kini bukan hanya kebutuhan luxury, tetapi juga bagian dari self-care dan healthy living.
Dengan semakin tingginya kepedulian masyarakat terhadap kesehatan holistik, industri wellness di Indonesia diprediksi akan terus mengalami pertumbuhan yang positif. Keterlibatan aktif dari para pelaku industri dalam menyediakan fasilitas yang mudah diakses menjadi motor penggerak utama perubahan gaya hidup ini.
Pada akhirnya, gerakan menuju masyarakat yang lebih sehat ini membutuhkan konsistensi dari semua pihak. Transformasi dari gaya hidup konsumtif menjadi gaya hidup sehat diharapkan dapat menciptakan standar baru yang lebih baik bagi kualitas kesehatan masyarakat urban di masa mendatang. (RIS/Hend)










