Koranindopos.com – JAKARTA – Sebuah bangunan yang terbakar di Jalan Raya Kebayoran Lama Nomor 557, RT 6/RW 1, Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa (28/7/2026) malam diketahui merupakan kantor sekaligus gudang obat milik PT Metiska Farma.
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta memastikan proses pemadaman telah selesai dan situasi di lokasi telah dinyatakan aman. Api berhasil dipadamkan pada pukul 21.13 WIB setelah petugas melakukan upaya pemadaman selama lebih dari dua jam.
Berdasarkan laporan resmi Command Center Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang.
Laporan mengenai kebakaran pertama kali diterima dari warga sekitar pada pukul 18.48 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Gulkarmat mengerahkan 28 unit mobil pemadam kebakaran dengan dukungan 112 personel ke lokasi kejadian.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 18.55 WIB dan segera memulai operasi pemadaman dua menit kemudian. Berkat upaya intensif, kobaran api berhasil dilokalisasi pada pukul 20.05 WIB sehingga tidak meluas ke area sekitar.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan mulai pukul 20.12 WIB untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Seluruh rangkaian penanganan kemudian dinyatakan selesai pada pukul 21.13 WIB.
Dinas Gulkarmat menyatakan status kebakaran telah berubah menjadi hijau atau pemadaman selesai, menandakan kondisi lokasi sudah aman dan terkendali.
Meski tidak menimbulkan korban, insiden ini masih menjadi perhatian karena bangunan yang terbakar berfungsi sebagai kantor dan gudang penyimpanan obat. Aparat terkait masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab kebakaran sekaligus memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.
Pihak berwenang juga diharapkan segera menyelesaikan proses investigasi agar penyebab kebakaran dapat diketahui secara pasti dan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan sistem keselamatan serta pencegahan kebakaran di fasilitas penyimpanan barang, khususnya yang berkaitan dengan sektor farmasi.(dhil/kmps)










