Koranindopos.com – JAKARTA – Seorang bocah berusia 13 tahun dilaporkan diduga hanyut saat berenang di Sungai Cisadane, tepatnya di kawasan bawah Perumahan Pesona Serpong, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (25/7/2026). Hingga operasi pencarian hari pertama berakhir pada malam hari, korban belum berhasil ditemukan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 19.10 WIB. Setelah menerima informasi, tim langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pencarian dan penyelamatan.
Menurut Penata Pelayanan Operasional Danton BPBD Kota Tangerang Selatan, Dian Wiryawan, insiden bermula sekitar pukul 14.40 WIB ketika korban berenang bersama enam orang temannya di Sungai Cisadane. Berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas, korban diduga tidak memiliki kemampuan berenang.
Teman-teman korban sempat berusaha memberikan pertolongan saat korban mulai terbawa arus. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena mereka kelelahan dan arus sungai cukup deras, sehingga korban akhirnya hilang dari penglihatan.
Sesampainya di lokasi sekitar pukul 19.35 WIB, tim gabungan segera melakukan pencarian dengan dua metode. Tim air menyusuri aliran Sungai Cisadane menggunakan perahu karet, sementara personel lainnya melakukan penyisiran melalui jalur darat di sepanjang bantaran sungai dengan radius sekitar 500 meter dari titik korban diduga hanyut.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Kota Tangerang Selatan, Dinas Pemadam Kebakaran, Polsek Cisauk, Koramil Serpong, Satpol PP, PMI, sejumlah komunitas relawan, serta masyarakat sekitar yang turut membantu proses pencarian.
Meski telah dilakukan hingga larut malam, pencarian hari pertama belum membuahkan hasil. Tim kemudian melakukan evaluasi sekitar pukul 23.45 WIB dan memutuskan menghentikan sementara operasi karena kondisi malam yang menyulitkan proses pencarian, terutama akibat minimnya pencahayaan di sekitar lokasi kejadian.
Operasi pencarian dilanjutkan pada Minggu (26/7/2026) mulai pukul 06.30 WIB dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Hingga berita ini ditulis, tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Cisadane serta berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian.(dhil/kmps)










