Koranindopos.com, Jakarta – Film horor psikologis Pemikat Jiwa tak hanya menyisakan cerita menyeramkan di layar lebar. Bagi aktor sekaligus komika Fajar Nugra, proyek tersebut juga menghadirkan pengalaman yang tak biasa selama proses syuting.
Dalam film produksi Makara Production itu, Fajar dipercaya memerankan Jay, seorang pria yang terobsesi mendapatkan cinta seorang perempuan hingga rela mempelajari ajian pemikat jiwa. Karakter tersebut menjadi salah satu peran paling berbeda yang pernah dijalaninya.
Menariknya, Fajar mengaku selama ini bukan orang yang mudah percaya dengan hal-hal mistis. Ia bahkan selalu berusaha mencari penjelasan logis ketika menemukan kejadian yang dianggap aneh.
“Sebenarnya aku orang yang denial sama hal mistis. Kalau di rumah ada bunyi aneh, aku pasti mikirnya itu suara styrofoam atau hal logis lainnya,” kata Fajar Nugra saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026).
Namun keyakinan itu mulai goyah ketika ia mendalami karakter Jay dan menjalani syuting film yang sarat unsur ritual serta obsesi tersebut.
Menurut Fajar, suasana yang dibangun selama produksi membuat dirinya beberapa kali merasakan ketegangan yang sulit dijelaskan. Perasaan itu bahkan terbawa hingga di luar lokasi syuting.
“Tapi karena karakter Jay ini sangat serius, overthinking-ku jadi minta ampun. Hawanya emang kerasa beda, mistisnya ada banget, dan itu jadi pengalaman baru buat aku,” ujarnya.
Bukan hanya saat berada di lokasi syuting, kegelisahan itu juga muncul ketika dirinya sudah kembali ke rumah. Fajar mengaku sering merasa tidak tenang tanpa mengetahui alasan yang pasti.
“Kalau balik lagi ke rumah tuh kayak, ya Allah deg-degan banget, kenapa? Gelisah banget gue.”
Ia menduga kondisi tersebut muncul karena karakter yang dimainkan sangat jauh dari kepribadiannya sehari-hari. Selama ini Fajar lebih dikenal lewat peran-peran komedi, sementara Jay merupakan sosok yang serius, penuh tekanan, dan dibayangi obsesi.
“Mungkin memang karena seluruh skripnya itu di luar comfort zone yang aku punya,” lanjutnya.
Pengalaman serupa ternyata tidak hanya dirasakan Fajar. Beberapa pemain lain disebutnya juga merasakan suasana berbeda selama produksi berlangsung.
“Ternyata bukan cuma aku, beberapa pemain lain juga ngerasa hal yang sama. Kayak nggak napak bumi karena tegang. Hawanya memang beda,” katanya.
Cerita di balik layar tersebut semakin menambah rasa penasaran terhadap Pemikat Jiwa. Film yang akan tayang pada 9 Juli 2026 itu sebelumnya telah memperkenalkan trailer dan poster resmi kepada publik.
Saat peluncuran trailer, tim produksi bahkan turut menampilkan sejumlah properti ritual yang digunakan dalam film. Kehadiran benda-benda tersebut menjadi bagian dari pengenalan dunia yang dibangun dalam cerita, sekaligus memperkuat nuansa horor psikologis yang menjadi daya tarik utama film ini.
Produser Shankar R.S menegaskan bahwa Pemikat Jiwa bukan sekadar kisah tentang pelet atau ilmu pengasihan. Film ini lebih banyak membahas bagaimana cinta yang tidak terkendali dapat berubah menjadi obsesi yang berbahaya.
“Banyak orang mengira ini hanya film tentang pelet. Padahal bagi kami, Pemikat Jiwa adalah cerita tentang bagaimana seseorang berusaha mendapatkan jiwa orang lain. Ketika rasa memiliki berubah menjadi obsesi, batas antara cinta dan penguasaan menjadi sangat tipis,” ujar Shankar R.S.
Selain dibintangi Fajar Nugra, film ini juga menghadirkan Givina, Erdin Werdrayana, Adelia Rasya, Raffan Al Aryan, Yuni Jasmine, dan sejumlah pemain lainnya. Dengan kombinasi horor psikologis, ritual mistis, serta konflik obsesi yang menjadi pusat cerita, Pemikat Jiwa siap meramaikan deretan film horor Indonesia pada pertengahan tahun ini. (BRG/Kul)










