Koranindopos.com – JAKARTA – Indonesia untuk pertama kalinya memamerkan fosil dinosaurus asli dari China. Fosil bersejarah tersebut dipamerkan di Tahir Solo Museum, Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama internasional di bidang ilmu pengetahuan, pelestarian warisan alam, dan edukasi publik.
Salah satu koleksi utama yang menarik perhatian adalah fosil Omeisaurus tianfuensis, dinosaurus herbivora berleher panjang asal Provinsi Sichuan, China, dengan panjang lebih dari 20 meter.
Kehadiran fosil asli ini menjadi momen penting karena Indonesia sendiri hampir tidak memiliki fosil dinosaurus darat. Hal tersebut berkaitan dengan sejarah geologi Nusantara yang berbeda dibandingkan wilayah lain di dunia.
Pada era Mesozoikum, ketika dinosaurus menguasai Bumi sekitar 252 hingga 66 juta tahun lalu, sebagian besar wilayah yang kini menjadi Indonesia masih berada di bawah laut.
Kondisi tersebut menyebabkan peluang terbentuk dan terawetkannya fosil dinosaurus darat di Indonesia sangat kecil. Karena itu, pameran fosil asli dari China menjadi kesempatan langka bagi masyarakat untuk melihat langsung peninggalan kehidupan purba.
Selain fosil Omeisaurus dewasa, museum juga menampilkan fosil Omeisaurus muda sepanjang sekitar 6 meter.
Tak hanya itu, pengunjung juga dapat melihat fosil Huayangosaurus taibaii, salah satu spesies awal dalam kelompok stegosaurus yang dikenal memiliki lempeng tulang khas di bagian punggungnya.
Direktur Tahir Solo Museum, Luo Yingying, mengatakan kehadiran fosil dinosaurus tersebut bukan hanya menjadi koleksi ilmiah, tetapi juga simbol kerja sama budaya antara Indonesia dan China.
Menurutnya, pameran ini menunjukkan komitmen kedua negara dalam melestarikan warisan alam sekaligus meningkatkan pendidikan sains bagi masyarakat.
“Kami menyesuaikan keterangan yang menyertainya agar masyarakat Indonesia dapat lebih memahami pencapaian China di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Luo.
Kerja sama kedua negara tidak berhenti pada penyelenggaraan pameran.
Direktur Zigong Dinosaur Museum, Zeng Xiaoyun, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Tahir Solo Museum berencana menjalin kemitraan jangka panjang di berbagai bidang.
Kolaborasi tersebut meliputi ekspedisi ilmiah bersama, restorasi fosil, pertukaran hasil penelitian, hingga pengembangan program pendidikan mengenai dinosaurus.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pertukaran ilmu pengetahuan sekaligus memperluas pemahaman masyarakat mengenai sejarah kehidupan di Bumi.
Pameran fosil dinosaurus asli ini diharapkan menjadi destinasi edukasi yang menarik bagi pelajar, mahasiswa, peneliti, maupun masyarakat umum.
Melalui koleksi fosil yang autentik, pengunjung dapat mengenal lebih dekat berbagai spesies dinosaurus, memahami proses evolusi kehidupan, hingga mempelajari sejarah geologi yang membentuk kondisi Bumi saat ini.
Kehadiran fosil-fosil tersebut juga menjadi bukti bahwa kerja sama internasional di bidang sains dan budaya mampu membuka akses yang lebih luas terhadap pengetahuan, sekaligus meningkatkan minat masyarakat terhadap dunia paleontologi dan pelestarian warisan alam.(dhil/dtk)










