Koranindopos.com – JAKARTA – Minuman manis dan minuman bersoda telah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Rasanya yang menyegarkan membuat jenis minuman ini digemari berbagai kalangan. Namun, di balik kenikmatannya, konsumsi minuman dengan kandungan gula tinggi secara rutin ternyata dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan, termasuk meningkatkan risiko penyakit hati hingga kanker hati.
Temuan tersebut terungkap dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dan dikutip oleh Medical Xpress. Dalam studi tersebut, para peneliti melakukan analisis terhadap data pola makan lebih dari 1,5 juta orang dewasa yang berasal dari 11 penelitian jangka panjang di berbagai negara.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi minuman yang mengandung gula tambahan maupun minuman yang menggunakan pemanis buatan dengan risiko terkena kanker hati. Para peserta penelitian diminta mengisi kuesioner frekuensi makanan dan minuman yang mereka konsumsi, kemudian kondisi kesehatan mereka dipantau melalui registrasi kanker dan survei kesehatan selama rata-rata hampir 18 tahun.
Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi minuman berpemanis dengan peningkatan risiko kanker hati. Risiko tersebut ditemukan baik pada minuman yang mengandung gula tambahan maupun pada beberapa jenis minuman yang menggunakan pemanis buatan sebagai pengganti gula.
Para peneliti menjelaskan bahwa konsumsi gula berlebih dapat memicu berbagai gangguan metabolisme, seperti obesitas, resistensi insulin, dan penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD). Kondisi-kondisi tersebut diketahui menjadi faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan berkembangnya kanker hati dalam jangka panjang.
Selain itu, minuman manis juga dapat mempercepat penumpukan lemak di hati. Jika berlangsung terus-menerus tanpa diimbangi pola hidup sehat, kondisi ini dapat berkembang menjadi peradangan kronis dan kerusakan jaringan hati yang berpotensi memicu munculnya sel kanker.
Kanker hati sendiri merupakan salah satu jenis kanker yang angka kematiannya cukup tinggi di dunia. Penyakit ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga banyak kasus baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut.
Meski penelitian tersebut menemukan adanya hubungan antara konsumsi minuman manis dan peningkatan risiko kanker hati, para ahli tetap menekankan pentingnya melihat pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan. Mengurangi konsumsi minuman tinggi gula, memperbanyak konsumsi air putih, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan hati.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa kebiasaan sederhana seperti membatasi konsumsi minuman manis dan bersoda dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan jangka panjang. Dengan semakin meningkatnya konsumsi minuman berpemanis di berbagai negara, edukasi mengenai dampaknya terhadap kesehatan menjadi hal yang semakin penting untuk diperhatikan masyarakat.(dhil)










