Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 18.31 WIB. Petugas bergerak cepat menuju lokasi dan tiba hanya lima menit kemudian.
“Petugas tiba di lokasi pukul 18.36 WIB dan langsung memulai operasi pemadaman pada pukul 18.37 WIB,” ujar Syaiful.
Menurutnya, proses penanganan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, lima unit mobil pemadam dengan 25 personel diterjunkan untuk melakukan pemadaman. Melihat kondisi api yang cukup besar, Gulkarmat kemudian menambah kekuatan dengan mengerahkan 15 unit tambahan dan 75 personel.
Secara keseluruhan, sebanyak 20 unit mobil pemadam beserta 100 personel diterjunkan untuk mengatasi kebakaran tersebut.
Berkat upaya intensif petugas di lapangan, kobaran api akhirnya berhasil dilokalisir sekitar pukul 19.19 WIB. Setelah api tidak lagi menyebar, petugas melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
“Status kuning. Api berhasil dilokalisir sekitar pukul 19.19 WIB. Proses pendinginan mulai pukul 19.36 WIB,” jelas Syaiful.
Hingga Minggu malam, proses pendinginan masih terus dilakukan oleh petugas untuk memastikan lokasi benar-benar aman.
Pihak Gulkarmat belum mengungkap penyebab kebakaran maupun besarnya kerugian yang ditimbulkan. Informasi mengenai ada atau tidaknya korban jiwa maupun korban luka juga masih menunggu hasil pendataan dari petugas di lapangan.
Aparat terkait diperkirakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut setelah proses pendinginan selesai dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk. Masyarakat diimbau untuk rutin memeriksa instalasi listrik serta memastikan penggunaan peralatan elektronik dan sumber api dalam kondisi aman guna meminimalkan risiko terjadinya kebakaran.(dhil/kmps)










