Kamis, 9 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Dunia Pendidikan RI Hadapi Tantangan Berat, MPR Desak Kolaborasi Semesta Lewat Gerakan PSPB

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
8 Juli 2026
in Nasional, Pendidikan
A A
0
Sekolah Rakyat
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOS – JAKARTA , Sektor pendidikan nasional saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan krusial, mulai dari isu infrastruktur hingga capaian akademik siswa yang belum memuaskan. Menanggapi situasi tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak bisa hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, melainkan butuh gotong royong dari seluruh elemen bangsa.

Pernyataan ini menyusul langkah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang resmi meluncurkan Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) pada Senin (6/7). Gerakan ini diinisiasi untuk menghidupkan kembali semangat kolaborasi dalam memajukan kualitas dan karakter anak bangsa.

“Peningkatan mutu pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif semua elemen bangsa,” ujar Lestari dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/7).

Peluncuran gerakan PSPB ini dilatarbelakangi oleh sejumlah data krusial yang menunjukkan adanya urgensi perbaikan sistemik pada sektor pendidikan Indonesia:

Artikel Terkait

Lestari Moerdijat: Perlindungan Anak Harus Jadi Gerakan Bersama untuk Putus Rantai Kekerasan

Badan Pengkajian MPR RI Dalami Desentralisasi Berbasis Kapasitas dan Dampak Lewat FGD di Makassar

Bamsoet: IKN Belum Bisa Dikatakan Gagal, Keberhasilannya Bergantung pada Kepastian Hukum, Fiskal, dan Kepercayaan Publik

  • Anak Putus Sekolah: Masih ada sekitar 2,92 juta anak Indonesia yang tidak mengecap bangku sekolah.

  • Krisis Infrastruktur: Lebih dari 200 ribu gedung sekolah saat ini berada dalam kondisi rusak.

  • Rapor Merah Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026: Diikuti oleh lebih dari 8,7 juta murid SD dan SMP, hasilnya menunjukkan kemampuan literasi dan numerasi yang masih perlu digenjot.

Rata-Rata Capaian TKA 2026

Jenjang Pendidikan Rata-Rata Literasi Rata-Rata Numerasi
Sekolah Dasar (SD) 60,00 43,41
Sekolah Menengah Pertama (SMP) 60,83 40,34

Lestari Moerdijat, yang akrab disapa Rerie, menekankan bahwa data TKA yang rinci tersebut harus dijadikan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Sebagai Anggota Komisi X DPR RI dan Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem, Rerie mendorong agar Gerakan PSPB memprioritaskan dukungan pada tiga isu krusial:

  1. Pelatihan guru secara berkala.

  2. Penyediaan konten dan infrastruktur digital yang merata.

  3. Revitalisasi bangunan sekolah yang rusak.

Gerakan PSPB diharapkan mampu menjadi wadah inklusif yang menyatukan guru, kepala sekolah, pemerintah daerah, mitra pembangunan, dunia usaha, hingga lembaga filantropi. Dengan kolaborasi yang terarah, kontribusi dari masyarakat diharapkan bisa lebih tepat sasaran, khususnya dalam mengembangkan bakat dan karakter siswa.

“Kita semua, mulai dari pemerintah pusat, dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, hingga orang tua, harus siap mengubah pola pengajaran dan pendampingan untuk membangun kompetensi dan karakter siswa yang lebih baik,” tegas Rerie.

Melalui semangat gotong royong ini, Indonesia diharapkan dapat melangkah lebih cepat dalam menghadirkan pendidikan bermutu yang merata, sekaligus mencetak generasi emas yang cerdas, berintegritas, dan berdaya saing global. (hai)

Topik: Lestari MoerdijatMPR

TerkaitBerita

penganiayaan
Nasional

Lestari Moerdijat: Perlindungan Anak Harus Jadi Gerakan Bersama untuk Putus Rantai Kekerasan

oleh Editor : Hairul
8 Juli 2026
Badan Pengkajian MPR RI Dalami Desentralisasi Berbasis Kapasitas dan Dampak Lewat FGD di Makassar
Nasional

Badan Pengkajian MPR RI Dalami Desentralisasi Berbasis Kapasitas dan Dampak Lewat FGD di Makassar

oleh Editor : Affandy
8 Juli 2026
Bamsoet: IKN Belum Bisa Dikatakan Gagal, Keberhasilannya Bergantung pada Kepastian Hukum, Fiskal, dan Kepercayaan Publik
Nasional

Bamsoet: IKN Belum Bisa Dikatakan Gagal, Keberhasilannya Bergantung pada Kepastian Hukum, Fiskal, dan Kepercayaan Publik

oleh Editor : Affandy
8 Juli 2026
Hari Pustakawan Indonesia 2026, Perpusnas Dorong Transformasi Pustakawan sebagai Penggerak Budaya Belajar
Nasional

Hari Pustakawan Indonesia 2026, Perpusnas Dorong Transformasi Pustakawan sebagai Penggerak Budaya Belajar

oleh Editor : Akula
8 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

penganiayaan

Lestari Moerdijat: Perlindungan Anak Harus Jadi Gerakan Bersama untuk Putus Rantai Kekerasan

8 Juli 2026
Epson Perkuat Dominasi di Industri Tekstil Digital Lewat Printer Dye-Sublimation Generasi Terbaru SC-F20030

Epson Perkuat Dominasi di Industri Tekstil Digital Lewat Printer Dye-Sublimation Generasi Terbaru SC-F20030

8 Juli 2026
5 Trik Styling T-Shirt biar Nggak Terlihat Terlalu Monoton

5 Trik Styling T-Shirt biar Nggak Terlihat Terlalu Monoton

8 Juli 2026
Badan Pengkajian MPR RI Dalami Desentralisasi Berbasis Kapasitas dan Dampak Lewat FGD di Makassar

Badan Pengkajian MPR RI Dalami Desentralisasi Berbasis Kapasitas dan Dampak Lewat FGD di Makassar

8 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3770 shares
    Share 1508 Tweet 943
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    503 shares
    Share 201 Tweet 126
  • Daihatsu Ayla, City Car LCGC Favorit yang Irit BBM dan Ramah di Kantong

    328 shares
    Share 131 Tweet 82
  • Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 Belum Dibuka, BKN Minta Calon Peserta Tunggu Pengumuman Resmi

    321 shares
    Share 128 Tweet 80
  • PPG Prajabatan 2026 Dibuka Juni: 10.000 Kuota, Link Daftar & Syarat Guru Honorer

    329 shares
    Share 132 Tweet 82
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya