Koranindopos.com – JAKARTA – Penjualan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) menjadi salah satu daya tarik utama dalam penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026.
Sejumlah produsen kendaraan listrik, terutama merek asal China seperti BYD, Geely, Wuling Motors, dan Chery, mencatatkan perolehan surat pemesanan kendaraan (SPK) yang cukup tinggi selama pameran otomotif tersebut.
Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo Jongkie Sugiarto menilai tingginya minat masyarakat terhadap mobil listrik tidak terlepas dari semakin banyaknya model baru yang ditawarkan dengan harga lebih terjangkau.
“Banyak peluncuran mobil-mobil baru dengan harga yang terjangkau,” ujar Jongkie, Senin (24/8/2026).
Tren positif kendaraan listrik juga terlihat dari data penjualan nasional. Distribusi wholesales mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) mencapai 83.758 unit pada Januari-Juli 2026.
Angka tersebut meningkat 88,62 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatatkan distribusi sebanyak 44.404 unit.
Melihat pertumbuhan tersebut, Jongkie memperkirakan penjualan mobil listrik sepanjang 2026 berpeluang melampaui pencapaian pada 2025.
Pertumbuhan pasar tersebut semakin diperkuat oleh kehadiran berbagai model baru yang menyasar segmen harga lebih luas. Kondisi ini membuat kendaraan listrik tidak lagi hanya identik dengan mobil premium, tetapi mulai menjangkau konsumen yang mencari kendaraan dengan harga lebih terjangkau.
Di tengah meningkatnya persaingan kendaraan elektrifikasi, Toyota masih menjadi merek dengan perolehan SPK tertinggi di GIIAS 2026, yakni mencapai 6.175 unit.
Menariknya, kendaraan elektrifikasi atau xEV, khususnya model hybrid, menyumbang sekitar 56 persen dari total pemesanan Toyota.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Hiroyuki Oide mengatakan capaian tersebut menunjukkan strategi multi-pathway Toyota semakin mendapatkan penerimaan dari konsumen Indonesia.
“Ke depan, kami akan terus mengembangkan berbagai inovasi yang memberikan kenyamanan, performa, confidence, dan excitement dalam setiap perjalanan,” ujar Oide.
Kijang Innova menjadi salah satu model dengan kontribusi terbesar, mencapai 2.221 SPK. Dari angka tersebut, Innova Zenix Hybrid EV menyumbang 1.669 unit.
Kemudian, Veloz Hybrid EV mencatatkan 1.115 SPK. Sementara Alphard Hybrid EV dan Yaris Cross Hybrid EV masing-masing memperoleh 307 dan 302 unit pemesanan.
Di segmen kendaraan komersial, New Hilux juga menunjukkan performa positif dengan perolehan 345 SPK.
Posisi Toyota kemudian dibuntuti BYD yang berhasil mengumpulkan lebih dari 4.000 SPK selama GIIAS 2026.
Capaian tersebut menempatkan BYD sebagai merek dengan jumlah pemesanan terbesar kedua. Perolehan ini sekaligus memperlihatkan semakin kuatnya penetrasi produsen kendaraan listrik asal China di pasar otomotif Indonesia.
Setelah BYD, Chery menempati posisi berikutnya dengan 3.500 SPK. Jumlah tersebut meningkat 62,56 persen dibandingkan capaian GIIAS 2025 yang berada di angka 2.153 unit.
Salah satu model yang menopang kinerja Chery adalah Chery Q, yang menyumbang sekitar 1.750 SPK selama pameran.
Wuling Motors berada di posisi berikutnya dengan total 3.290 SPK. Dari jumlah tersebut, Wuling Aira EV menjadi model yang paling banyak dipesan dengan kontribusi mencapai 2.238 unit, atau sekitar 68 persen dari total pemesanan.
Dengan harga yang berada di kisaran mulai Rp155 juta, Aira EV memperlihatkan bahwa kendaraan listrik dengan harga relatif terjangkau memiliki potensi pasar yang besar di Indonesia.
Sales Director Wuling Motors Kharismawan Awangga mengatakan capaian tersebut menunjukkan respons positif konsumen terhadap lini kendaraan yang ditawarkan Wuling, khususnya Aira EV yang diperkenalkan secara resmi pada GIIAS 2026.
Tingginya perolehan SPK sejumlah merek pada GIIAS 2026 menunjukkan persaingan di pasar kendaraan elektrifikasi Indonesia semakin sengit.
Bukan hanya jumlah merek yang bertambah, pilihan model dan rentang harga kendaraan listrik juga semakin beragam. Kondisi tersebut memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen sekaligus mendorong produsen untuk menghadirkan teknologi, fitur, dan harga yang semakin kompetitif.
Dengan pertumbuhan distribusi BEV yang mencapai hampir 90 persen secara tahunan hingga Juli 2026, pasar kendaraan listrik diperkirakan masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar hingga akhir tahun.
GIIAS 2026 pun menjadi salah satu indikator bahwa kendaraan elektrifikasi semakin diterima masyarakat Indonesia dan mulai mengambil porsi lebih besar dalam industri otomotif nasional.(dhil/bisnis.com










