Koranindopos.com, JAKARTA – Lembaga kesehatan mental asal Belanda, Trimbos Instituut, mengeluarkan peringatan tentang pil ekstasi berbentuk wajah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Trimbos menerbitkan gambar yang menunjukkan pil-pil berbentuk wajah Trump berwarna kekuningan. Di baliknya, muncul tulisan NL dan Trump. Temuan tersebut bukan kali pertama, Jerman sempat menyita ribuan tablet Trump berwarna oranye pada 2017. Pil yang sama juga pernah beredar di sebuah festival musik di Inggris pada 2018. “Jangan sekali-kali mengonsumsi pil ini,” tulis Trimbos dalam sebuah siaran pers pada Jumat (28/8/2026) melansir The Independent.
Beberapa tablet sebelumnya telah diserahkan ke layanan pengujian narkoba. Hasilnya, tablet tersebut mengandung konsentrasi PMMA atau para-metoksimetamfetamin yang tinggi. PMMA merupakan zat kimia yang menyerupai MDMA, komponen aktif ekstasi.
Berbeda dengan MDMA, PMMA membutuhkan waktu lebih lama untuk menimbulkan efek di tubuh pengguna. Akibatnya, hal ini bakal mendorong pengguna untuk mengonsumsi lebih banyak tablet hingga berujung overdosis. “Penggunaannya dapat menyebabkan panas berlebih dengan konsekuensi yang mungkin berakibat fatal,” tulis Trimbos.
Juru Bicara Trimbos Anniek Groothuis melaporkan, hingga saat ini tak ada kasus penyakit serius atau kematian yang dilaporkan terjadi akibat penggunaan pil tersebut. “Kami tidak mengetahui adanya korban yang ditemukan PMMA dalam darah,” ujar dia. (cnni/mmr)










