Jumat, 4 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Teknologi

Galaxy Watch9 Butuh 7 Malam untuk Kenali Pola Tubuh, Ini Cara Memaksimalkan Fitur Kesehatannya

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
4 September 2026
in Teknologi
A A
0
Galaxy Watch9 Butuh 7 Malam untuk Kenali Pola Tubuh, Ini Cara Memaksimalkan Fitur Kesehatannya

Foto: dok. suaraflores

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Samsung Galaxy Watch9 hadir sebagai pendamping kesehatan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu pengguna memahami kondisi tubuh, pola tidur, aktivitas, hingga kesiapan beraktivitas secara lebih personal.

Berbeda dengan pengukuran yang hanya membaca kondisi tubuh dalam satu waktu, Galaxy Watch9 memanfaatkan data yang dikumpulkan secara berkala untuk mengenali pola masing-masing pengguna.

Salah satu fitur yang menerapkan pendekatan tersebut adalah Vitals. Fitur ini membutuhkan setidaknya tujuh malam data tidur sebelum hasilnya dapat ditampilkan secara lengkap.

Bukan tanpa alasan. Selama periode tersebut, perangkat membangun baseline personal berdasarkan pola istirahat pengguna.

Artikel Terkait

Infinix XPAD 30 Pro Meluncur 8 September 2026, Bawa Layar 11 Inci 2.5K dan Helio G200 Ultimate

Harga iPhone Awal September 2026, Sejumlah Model Makin Murah

POCO Pad C1, Tablet Serbaguna untuk Gaya Hidup “Play on the Go”

Vitals memantau lima indikator tubuh ketika pengguna tidur melalui Samsung BioActive Sensor.

Kelima indikator tersebut meliputi detak jantung saat istirahat, heart rate variability (HRV), laju napas, suhu kulit, serta kadar oksigen dalam darah.

Pemantauan dilakukan ketika pengguna tidur karena kondisi tersebut memberikan kesempatan bagi perangkat untuk mengumpulkan data saat tubuh berada dalam kondisi istirahat yang relatif konsisten.

Satu malam data belum cukup untuk menggambarkan pola tubuh seseorang. Karena itu, Vitals membutuhkan minimal tujuh malam sebelum dapat membangun baseline personal dan menampilkan hasil secara lengkap.

Setelah tujuh malam, setiap indikator akan disertai rentang personal yang membantu pengguna melihat apakah kondisi pada malam tertentu masih berada dalam pola biasanya.

Dengan pendekatan tersebut, pengguna tidak hanya melihat angka, tetapi juga dapat mengetahui perubahan dari kebiasaan tubuhnya sendiri.

Salah satu hal yang perlu dipahami pengguna adalah arti keterangan “in range” pada Samsung Health.

Rentang tersebut bukan standar kesehatan umum yang berlaku sama untuk setiap orang. Rentang personal dibentuk berdasarkan data tidur pengguna selama periode pengumpulan data.

Artinya, angka tertentu dapat berada dalam rentang normal bagi seseorang, tetapi belum tentu berada dalam rentang yang sama bagi orang lain.

Karena itu, membandingkan angka Vitals antara satu pengguna dengan pengguna lain tidak memberikan gambaran yang berarti.

Yang lebih relevan adalah melihat perubahan kondisi seseorang dibandingkan dengan pola tubuhnya sendiri dari waktu ke waktu.

“Di Samsung, kami percaya teknologi kesehatan yang bermakna bukan hanya tentang memberikan lebih banyak data, tetapi membantu pengguna memahami apa arti data tersebut bagi dirinya. Melalui Galaxy Watch9, kami menghadirkan pengalaman wellness yang lebih personal dengan mempelajari pola tubuh pengguna dari waktu ke waktu,” ujar Tipe Sultan, MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia.

Pendekatan berbasis pola juga diterapkan pada sejumlah fitur kesehatan lain di Galaxy Watch9.

Heart Health Score, misalnya, memanfaatkan rata-rata waktu tidur serta aktivitas dengan intensitas sedang hingga tinggi selama tujuh hari terakhir.

Fitur tersebut merangkum kondisi kesehatan jantung dalam satu angka berdasarkan beberapa faktor, termasuk rata-rata waktu tidur selama tujuh hari, total aktivitas intensitas sedang hingga tinggi, beban vaskular, serta indeks massa tubuh (BMI).

Sementara itu, Daily Cardio Load memanfaatkan data aktivitas dan detak jantung untuk membantu pengguna memahami beban latihan secara personal.

Pengguna dapat melihat apakah beban aktivitas berada dalam kategori Under, Optimal, atau Over, sekaligus mendapatkan perkiraan waktu pemulihan tubuh.

Galaxy Watch9 juga memiliki Fitness Index yang memecah kebugaran menjadi lima aspek, yakni endurance, flexibility, cardio, strength, dan body composition.

Dengan begitu, pengguna dapat melihat bagian kebugaran yang sudah baik maupun aspek yang masih dapat ditingkatkan.

Sebagian fitur kesehatan di Galaxy Watch9 membutuhkan data tambahan agar dapat memberikan insight secara lebih lengkap.

Ada lima hal yang dapat dilakukan pengguna.

Pertama, gunakan Galaxy Watch9 saat tidur setiap malam.

Hal ini menjadi langkah paling penting karena Vitals membutuhkan minimal tujuh malam data tidur untuk membangun baseline personal.

Kedua, atur pengukuran detak jantung secara kontinu atau setiap 10 menit.

Pengaturan tersebut diperlukan agar Daily Cardio Load dapat terisi secara otomatis.

Ketiga, lakukan pengukuran body composition pada pagi hari saat perut kosong.

Pengukuran dilakukan dengan menempelkan dua jari pada dua tombol di sisi perangkat selama sekitar 30 detik. Data tersebut dapat melengkapi Heart Health Score dan Fitness Index.

Keempat, lakukan sesi berjalan atau berlari minimal 10 menit.

Data dari aktivitas tersebut digunakan untuk menghitung VO2 Max yang menjadi salah satu komponen Fitness Index.

Kelima, pastikan baterai mencukupi sebelum tidur.

Galaxy Watch9 40mm membawa baterai 390 mAh. Kapasitas tersebut diklaim meningkat 20 persen dibandingkan Galaxy Watch8 40mm.

Dukungan Fast Charging juga memungkinkan pengguna mengisi daya dalam waktu relatif singkat sehingga pemakaian untuk pemantauan kesehatan dapat tetap berlangsung secara konsisten.

Meski menawarkan berbagai insight kesehatan, Vitals dirancang untuk membantu pengguna memahami pola tubuh dan bukan untuk mendiagnosis penyakit.

Jika suatu indikator berada di luar rentang personal, hasil tersebut sebaiknya dilihat sebagai bagian dari perubahan pola data dari waktu ke waktu, bukan langsung dianggap sebagai tanda kondisi medis tertentu.

Perubahan data dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pola tidur, aktivitas, dan kondisi tubuh.

Karena itu, informasi dari Samsung Health sebaiknya digunakan sebagai informasi tambahan. Jika pengguna memiliki kekhawatiran mengenai kondisi kesehatan, konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional tetap diperlukan.

Konsistensi penggunaan menjadi penting karena semakin banyak data yang dikumpulkan, semakin lengkap pula pola personal yang dapat dianalisis.

Galaxy Watch9 mencoba menjawab salah satu tantangan penggunaan smartwatch saat tidur melalui desain yang lebih ringan.

Untuk varian 40mm, bobot perangkat mencapai 31,5 gram, sedangkan varian 44mm memiliki bobot 34 gram.

Tali jam juga menggunakan struktur air pocket yang membuatnya diklaim 17 persen lebih ringan dan lebih lembut dibandingkan generasi sebelumnya.

Samsung menyediakan beberapa pilihan tali, yakni Sport Band untuk aktivitas sehari-hari, Misty Band yang lebih lembut untuk penggunaan hingga waktu tidur, serta Fabric Band dengan material kain.

Galaxy Watch9 juga menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon Wear Elite dan layar dengan tingkat kecerahan hingga 3.000 nit.

Selain pemantauan kesehatan, Galaxy Watch9 membawa pengalaman AI yang dirancang untuk membantu pengguna tetap fokus menjalani aktivitas.

Melalui fitur Raise to Talk, pengguna dapat mengangkat pergelangan tangan dan berbicara untuk berinteraksi dengan Google Gemini tanpa harus membuka smartphone.

Perintah suara dapat digunakan untuk berbagai aktivitas, seperti membuat pengingat, memulai workout, mengecek detak jantung, hingga mencari informasi.

Fitur hands-free tersebut juga dapat berguna ketika pengguna sedang berolahraga dan tidak ingin menghentikan aktivitas hanya untuk mengambil smartphone.

Galaxy Watch9 juga mendukung Tap to Pay by myBCA sehingga pengguna dapat melakukan pembayaran secara langsung melalui perangkat.

Dari sisi spesifikasi, Galaxy Watch9 membawa sejumlah peningkatan dibandingkan Galaxy Watch8.

Galaxy Watch8 menggunakan Exynos W1000 berbasis proses 3nm, sedangkan Galaxy Watch9 mengandalkan Snapdragon Wear Elite Platform Qualcomm SDW6100 berbasis 3nm.

Pada varian 40mm, kapasitas baterai meningkat dari 325 mAh menjadi 390 mAh. Untuk varian 44mm, kapasitas baterai berubah dari 435 mAh menjadi 445 mAh.

Galaxy Watch9 juga hadir dengan Wear OS 7 dan One UI 9 Watch.

Di sisi kesehatan, Galaxy Watch9 membawa fitur Vitals, Heart Health Score, Daily Cardio Load, Fitness Index, dan Hearing sebagai bagian dari pengalaman wellness yang lebih personal.

Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra2 telah tersedia di Indonesia sejak 14 Agustus 2026 melalui kanal resmi Samsung.

Berikut harga resminya:

  • Galaxy Watch9 40mm: Rp5.999.000
  • Galaxy Watch9 44mm: Rp6.499.000
  • Galaxy Watch Ultra2 47mm: Rp10.499.000

Selama periode 1-30 September 2026, Samsung juga menawarkan sejumlah promo, termasuk pilihan cashback, bonus Galaxy Watch Band atau Galaxy Buds Core, serta gratis berlangganan Strava selama 60 hari.

Pada akhirnya, Galaxy Watch9 tidak hanya mengandalkan banyaknya sensor dan data kesehatan. Pendekatan utamanya adalah mengubah data tersebut menjadi insight yang lebih personal berdasarkan kebiasaan pengguna.

Dengan penggunaan yang konsisten, terutama saat tidur, perangkat dapat membangun baseline personal yang menjadi dasar bagi berbagai fitur wellness. Namun, hasil tersebut tetap perlu dipahami sebagai informasi pendukung dan bukan pengganti pemeriksaan atau diagnosis dari tenaga kesehatan.(dhil/suaraflores)

Topik: galaxywatch 9

TerkaitBerita

Infinix XPAD 30 Pro Meluncur 8 September 2026, Bawa Layar 11 Inci 2.5K dan Helio G200 Ultimate
Teknologi

Infinix XPAD 30 Pro Meluncur 8 September 2026, Bawa Layar 11 Inci 2.5K dan Helio G200 Ultimate

oleh Editor : Affandy
2 September 2026
Harga iPhone Awal September 2026, Sejumlah Model Makin Murah
Teknologi

Harga iPhone Awal September 2026, Sejumlah Model Makin Murah

oleh Editor : Affandy
2 September 2026
POCO Pad C1, Tablet Serbaguna untuk Gaya Hidup “Play on the Go”
Teknologi

POCO Pad C1, Tablet Serbaguna untuk Gaya Hidup “Play on the Go”

oleh Editor : Affandy
2 September 2026
iPhone Edisi 20 Tahun Dikabarkan Punya Layar Lebih Besar, Ada Model 6,4 dan 7 Inci
Teknologi

iPhone Edisi 20 Tahun Dikabarkan Punya Layar Lebih Besar, Ada Model 6,4 dan 7 Inci

oleh Editor : Affandy
1 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Saksi Tak Hadir, Sidang Kasus Dokter Richard Lee Ditunda Pekan Depan

Richard Lee Bantah Keterangan Saksi Distributor di Persidangan

4 September 2026
TEPERGOK TIDUR: Presiden Amerika Serikat Donald Trump tepergok kamera sedang tertidur saat stasiun televisi Fox News menayangkan siaran langsung dari Gedung Putih. (Foto: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Presiden Trump Tepergok Tidur Lagi Saat Siaran Langsung

4 September 2026
DEBUT POSITIF: Pemain Real Madrid, Arda Guler. (Foto: (c) Instagram/realmadrid)

Arda Guler Tak Dijagokan Tapi Berpengaruh Besar di Real Madrid

4 September 2026
Suzuki Siapkan Mobil Listrik Murah Rp150 Jutaan, Bisa Tempuh hingga 315 Km

Suzuki Siapkan Mobil Listrik Murah Rp150 Jutaan, Bisa Tempuh hingga 315 Km

4 September 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    817 shares
    Share 327 Tweet 204
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4426 shares
    Share 1770 Tweet 1107
  • Tak Ada Tanda Kekerasan, Mahasiswa UI yang Tewas di Kos Depok Diduga Bunuh Diri

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Kebakaran Pabrik Mie Sedaap di Bekasi Diduga Berasal dari Area Limbah, Warga Sempat Panik

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Berhadapan Dengan Brighton, Jadi Pekan Horor Bagi Chelsea

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya