Koranindopos.com, Jakarta – Sheryl Sheinafia kembali dengan album studio terbaru berjudul Bittersweet. Album berisi sembilan lagu itu menjadi cara Sheryl melihat kembali berbagai fase dalam hidup, termasuk soal cinta, ketidakpastian, luka, hingga keputusan untuk melepaskan sesuatu yang sudah tidak bisa dipertahankan.
Bittersweet resmi dirilis pada 4 September 2026 dan melanjutkan cerita yang sebelumnya sudah diperkenalkan Sheryl lewat sejumlah lagu seperti “Siapa Suruh Jatuh Cinta?”, “Sendiri”, dan “Tenggelam”.
Bagi Sheryl, pengalaman hidup tidak selalu memiliki akhir yang sesuai dengan harapan. Ada momen menyenangkan yang bisa datang bersamaan dengan hal-hal yang berat. Karena itu, ia tidak mencoba memberikan jawaban untuk setiap persoalan yang muncul dalam album tersebut.
“Bittersweet” bercerita tentang proses membuka diri, sampai akhirnya belajar kapan harus melepaskan. Ada cinta, ketidakpastian, rasa bersalah, kelembutan, dan bagaimana kita tetap bertahan di antara semua hal yang sedang terjadi,” cerita Sheryl Sheinafia.
Musik kemudian menjadi tempat bagi Sheryl untuk memahami berbagai hal yang sedang ia jalani. Sembilan lagu dalam Bittersweet membawa warna yang berbeda, tetapi tetap berada dalam satu rangkaian cerita tentang perjalanan seseorang dalam menghadapi hidup.
“Aku nggak membuat album ini untuk menceritakan apa yang ku rasakan. Aku membuat album ini agar aku bisa jujur dengan perjalanan hidupku. Dimana hidup kadang bisa indah, tapi bisa menyakitkan. Itulah ‘Bittersweet’” jelas Sheryl.
Dalam pengerjaannya, Sheryl melibatkan sejumlah musisi dan produser. Refo dan Fauna ikut menggarap beberapa lagu, sementara Petra Sihombing terlibat dalam “Lepas Kendali”.
Ada pula Rendy Pandugo yang menjadi produser “Tenggelam”. Will Mara menggarap “Cara Pandang” dan “Siapa Suruh Jatuh Cinta”, sedangkan Jo Soegono bekerja bersama Sheryl dalam “Babibu”. Untuk lagu “Nikmatilah” yang menjadi focus track, produksi ditangani oleh Rayhan Noor.
“Nikmatilah” sendiri menghadirkan sisi berbeda dari perjalanan yang diceritakan Sheryl. Lagu tersebut berbicara tentang kebebasan, antusiasme mengejar sesuatu, sekaligus menikmati proses yang sedang dijalani.
Kehadiran lagu itu melengkapi cerita yang sebelumnya dibangun lewat tiga lagu lainnya. “Siapa Suruh Jatuh Cinta?” menggambarkan perasaan yang datang secara spontan, “Sendiri” berbicara tentang pergulatan di dalam kepala, sedangkan “Tenggelam” menghadirkan sisi ketika seseorang berada dalam kondisi yang berat.
Semua perasaan tersebut kemudian bertemu dalam Bittersweet. Bagi Sheryl, album ini pada akhirnya bukan tentang mencari kehidupan yang selalu berjalan sesuai rencana, melainkan menerima bahwa hal baik dan buruk bisa hadir bersamaan.
Dengan sembilan lagu di dalamnya, Bittersweet kini sudah dapat didengarkan di berbagai platform streaming digital sejak 4 September 2026. (Brg/Kul)










