Koranindopos.com, Jakarta – Upaya meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan payudara kembali digaungkan secara nyata. HMI Medical Group bersama dua penyedia layanan kesehatan asal Malaysia, Mahkota Medical Centre dan Regency Specialist Hospital, resmi meluncurkan ajang Pink Pulse Run 2026. Inisiatif olahraga dan kemanusiaan ini digelar khusus dalam rangka memperingati momentum tahunan Pink October.
Kolaborasi strategis ini turut menggandeng Yayasan Daya Dara Indonesia atau yang lebih dikenal sebagai Lovepink Indonesia. Fokus utama dari kegiatan olahraga ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat luas mengenai pentingnya kesehatan payudara, memperluas cakupan deteksi dini, serta memberikan ruang dukungan bagi para pasien dan penyintas kanker payudara.
Isu kanker payudara hingga kini masih menjadi tantangan besar di sektor kesehatan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat bahwa kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan jumlah kasus terbanyak di Indonesia. Sayangnya, hampir 70 persen kasus baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut, padahal deteksi di stadium awal dapat meningkatkan peluang kesembuhan hingga 80-90 persen.
Bagi HMI Medical Group, peringatan Pink October tidak sekadar menjadi kampanye tahunan biasa, tetapi momentum untuk mendorong masyarakat mengambil langkah nyata dalam menjaga kesehatan. Melalui Pink Pulse Run, masyarakat diajak untuk lebih terbuka membicarakan kanker payudara, memahami pentingnya pemeriksaan rutin, serta tidak menunda mencari pertolongan medis.
“Tujuan kami adalah mengubah kesadaran menjadi aksi. Kami ingin lebih banyak perempuan memahami pentingnya deteksi dini, tidak menunda pemeriksaan, dan mengetahui bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi kanker payudara,” ujar Group CEO HMI Medical, Ms. Chin Wei Jia.
Kerja sama dengan organisasi nirlaba Lovepink menjadi pilar penting dalam pergerakan kepedulian tahun ini. Ajang Pink Pulse Run 2026 tidak hanya berfungsi sebagai sarana sosialisasi, tetapi juga mengusung misi penggalangan dana langsung untuk fasilitas medis di lapangan.
Hasil penjualan race pack Pink Pulse Run akan disalurkan kepada Yayasan Daya Dara untuk mendukung upaya memperluas akses deteksi kanker payudara melalui layanan pemeriksaan keliling yang dilengkapi fasilitas ultrasonografi (USG) dan didukung tenaga kesehatan profesional. Langkah ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak wanita di wilayah yang minim akses medis dasar.
“Kanker payudara tidak mengenal batas negara, begitu pula upaya kita untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan dukungan kepada pasien. Kami percaya kolaborasi dapat menciptakan dampak yang jauh lebih besar dibandingkan bekerja sendiri,” kata Chin.
Inspirasi Penyintas: Pentingnya Periksa Tanpa Tunggu Gejala
Di tengah rangkaian acara, pengalaman pribadi juga menjadi bagian dari pesan kampanye tahun ini. Ms. Quek, penyintas kanker payudara, membagikan pengalamannya setelah kanker terdeteksi melalui pemeriksaan kesehatan rutin. Kesaksian hidup ini menggarisbawahi betapa pemeriksaan berkala mampu menyelamatkan nyawa seseorang sebelum kondisi penyakit memburuk.
“Saya beruntung karena kanker saya terdeteksi sejak dini. Namun, saya tidak ingin deteksi dini menjadi sekadar masalah keberuntungan. Kami ingin membantu lebih banyak perempuan mendapatkan kesempatan yang sama melalui pemeriksaan dan deteksi dini,” ujar Ms. Quek, penyintas kanker payudara.
Ia menekankan bahwa seseorang tidak harus menunggu munculnya gejala untuk melakukan pemeriksaan. Melalui sinergi antara jaringan rumah sakit, komunitas penyintas, dan partisipasi publik dalam Pink Pulse Run 2026, diharapkan tabu mengenai pemeriksaan kesehatan payudara dapat terkikis habis. (RIS/Hend)










