Kamis, 3 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

BGN Ungkap Penyebab 566 Santri Sidoarjo Diduga Keracunan MBG

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
3 September 2026
in Kesehatan
A A
0
BGN Ungkap Penyebab 566 Santri Sidoarjo Diduga Keracunan MBG

Foto: dok. ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap dugaan penyebab lebih dari 500 santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan, kejadian tersebut diduga berkaitan dengan ketidakdisiplinan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) dalam proses pendistribusian makanan.

Menurut Ketut, makanan MBG seharusnya segera didistribusikan setelah selesai dimasak. Proses dari makanan selesai dimasak hingga dibagikan kepada penerima manfaat ditetapkan maksimal empat jam.

“Itu karena ketidakdisiplinan dari pada SPPG dan pendistribusian. Jadi seharusnya itu loading 4 jam selesai dari masak langsung dibagikan. Tapi faktanya di lapangan lebih dari 4 jam,” kata Ketut, dikutip dari detikNews, Kamis (3/9/2026).

Artikel Terkait

500 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG, SPPG Kalitengah Disuspend

Menkes Buka Suara soal Sekolah di Tengah Kabut Asap Karhutla, Tekankan Pentingnya Masker

Kemenkes Respons Usulan IDI soal Standar Pendapatan Minimum Dokter hingga Rp 110 Juta

Ia menjelaskan, makanan MBG tidak menggunakan bahan pengawet sehingga lebih rentan mengalami kerusakan apabila terlalu lama berada dalam kondisi yang tidak sesuai.

“Nah itulah yang menyebabkan keracunan, karena MBG ini kan nggak pakai pengawet. Jadi mudah dia basi. Mudah bakterinya cepat berkembang,” lanjutnya.

BGN sebenarnya telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) untuk mengawasi keamanan bahan makanan hingga proses pengolahan.

Pengawasan tersebut dilakukan dua kali sehari. Pemeriksaan pertama dilakukan sekitar pukul 17.00 ketika bahan makanan masuk, kemudian dilanjutkan pada pukul 02.00 saat proses memasak.

Namun, Ketut mengakui penerapan SOP tersebut belum sepenuhnya berjalan sesuai ketentuan di seluruh daerah.

Masih terdapat petugas, kepala SPPG, maupun penanggung jawab (PIC) yang dinilai tidak disiplin dalam menjalankan prosedur.

Selain itu, terdapat sekolah yang tidak tepat waktu dalam membagikan makanan MBG kepada para penerima manfaat.

“Kenyataannya masih ada di beberapa daerah orang-orang ini, anak-anak kita ini, kepala-kepala SPPG ini, termasuk PIC-PIC, termasuk ada juga sekolah-sekolah yang tidak tepat waktu dalam membagikan MBG melebihi batas waktu yang ditetapkan,” ujar Ketut.

Sementara itu, jumlah santri yang mengalami gejala keracunan di Pondok Pesantren Manbaul Hikam terus diperbarui.

Dikutip dari detikJatim, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo mencatat sebanyak 566 orang mengalami gejala seperti pusing, mual, muntah, dan diare hingga Rabu (2/9/2026).

Kepala Dinkes Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan, dari total tersebut, sebanyak 88 pasien masih menjalani rawat inap di rumah sakit.

Kondisi seluruh pasien yang menjalani perawatan disebut stabil.

Keluhan yang paling banyak dialami korban antara lain pusing, mual, muntah, dan diare. Salah satu penanganan yang diberikan kepada pasien adalah rehidrasi untuk menjaga kecukupan cairan tubuh.

“Kalau bagus saja rehidrasi saja cukup ya cepat. Dalam waktu 4-5 jam sudah selesai,” jelas Lakhsmie.

Kasus yang terjadi di Sidoarjo menjadi perhatian terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya dalam aspek keamanan pangan dan ketepatan waktu distribusi.

BGN menekankan pentingnya setiap SPPG dan sekolah menjalankan prosedur yang telah ditetapkan agar makanan diterima dalam kondisi aman dan layak konsumsi.

Pengawasan terhadap proses penerimaan bahan makanan, pengolahan, hingga distribusi juga menjadi bagian penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Dengan jumlah korban yang mencapai ratusan orang, evaluasi terhadap pelaksanaan MBG di Sidoarjo diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan agar program pemenuhan gizi tersebut tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek keamanan pangan bagi penerima manfaat.(Dhil/dtk)

Topik: BGNkeracunan mbgSantri

TerkaitBerita

500 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG, SPPG Kalitengah Disuspend
Kesehatan

500 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG, SPPG Kalitengah Disuspend

oleh Editor : Affandy
2 September 2026
Menkes Buka Suara soal Sekolah di Tengah Kabut Asap Karhutla, Tekankan Pentingnya Masker
Kesehatan

Menkes Buka Suara soal Sekolah di Tengah Kabut Asap Karhutla, Tekankan Pentingnya Masker

oleh Editor : Affandy
1 September 2026
Kemenkes Respons Usulan IDI soal Standar Pendapatan Minimum Dokter hingga Rp 110 Juta
Kesehatan

Kemenkes Respons Usulan IDI soal Standar Pendapatan Minimum Dokter hingga Rp 110 Juta

oleh Editor : Affandy
31 Agustus 2026
Merdeka Stunting 2026, POGI dan Pegadaian Dorong Pencegahan Dimulai Sejak Kehamilan
Kesehatan

Merdeka Stunting 2026, POGI dan Pegadaian Dorong Pencegahan Dimulai Sejak Kehamilan

oleh Editor : Affandy
29 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Ada 36 Lokasi SKD Sekolah Kedinasan 2026, Cek Lagi Ambang Batas Nilainya

Ada 36 Lokasi SKD Sekolah Kedinasan 2026, Cek Lagi Ambang Batas Nilainya

3 September 2026
Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp40.000, Jadi Rp2,624 Juta per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000, Jadi Rp2,639 Juta per Gram

3 September 2026
Harga BBM Nonsubsidi Malaysia Turun, RON 97 Jadi Rp18.275 per Liter

Harga BBM Nonsubsidi Malaysia Turun, RON 97 Jadi Rp18.275 per Liter

3 September 2026
Fuel Surcharge Tiket Pesawat Naik Jadi Maksimal 40 Persen, Siap-siap Harga Tiket Bertambah

Fuel Surcharge Tiket Pesawat Naik Jadi Maksimal 40 Persen, Siap-siap Harga Tiket Bertambah

3 September 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    811 shares
    Share 324 Tweet 203
  • Kebakaran Pabrik Mie Sedaap di Bekasi Diduga Berasal dari Area Limbah, Warga Sempat Panik

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Berhadapan Dengan Brighton, Jadi Pekan Horor Bagi Chelsea

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4419 shares
    Share 1768 Tweet 1105
  • Keluar Modal Besar, Manchester City Jadi Penantang Serius Arsenal

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya