Koranindopos.com – JAKARTA -Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan persiapan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Sekolah Kedinasan 2026 terus dilakukan. BKN saat ini menyiapkan 36 titik lokasi yang akan digunakan peserta untuk mengikuti SKD.
Kepala BKN Prof Zudan mengatakan, seluruh dukungan untuk pelaksanaan SKD mulai dari lokasi ujian, sarana dan prasarana, sistem Computer Assisted Test (CAT), hingga dukungan teknis tengah dipersiapkan.
“Kami memastikan seluruh dukungan BKN, mulai dari lokasi, sarana prasarana, sistem CAT, hingga dukungan teknis, siap digunakan untuk mengawal pelaksanaan SKD Sekolah Kedinasan 2026,” kata Zudan, Selasa (1/9/2026), dikutip dari keterangan resmi BKN.
Sementara itu, hasil seleksi administrasi sekolah kedinasan 2026 akan disampaikan secara berkala. Peserta diminta mengikuti informasi resmi terkait tahapan seleksi berikutnya.
SKD Sekolah Kedinasan 2026 akan dilaksanakan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Pelaksanaan ujian dijadwalkan berlangsung pada 22 September hingga 7 Oktober 2026.
Dalam SKD, peserta akan mengikuti tiga jenis tes, yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Inteligensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
Ketentuan mengenai nilai ambang batas SKD sekolah kedinasan 2026 ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KepmenPANRB) Nomor 406 Tahun 2026 tentang Nilai Ambang Batas SKD Seleksi Penerimaan Peserta Didik Sekolah Kedinasan Tahun Anggaran 2026.
Nilai ambang batas merupakan nilai minimal yang harus dicapai peserta pada masing-masing jenis tes. Berikut rinciannya:
- TWK: 65
- TIU: 80
- TKP: 156
Peserta perlu memperhatikan ketentuan tersebut karena setiap jenis tes memiliki karakteristik dan sistem penilaian yang berbeda.
Untuk TWK dan TIU, jawaban benar memperoleh nilai 5. Sementara itu, jawaban salah atau soal yang tidak dijawab memperoleh nilai 0.
Berbeda dengan TWK dan TIU, penilaian TKP menggunakan rentang nilai. Jawaban peserta dapat memperoleh nilai paling rendah 1 dan paling tinggi 5, sedangkan soal yang tidak dijawab mendapat nilai 0.
Dengan sistem tersebut, peserta tidak hanya perlu mengejar jumlah jawaban benar, tetapi juga memahami karakteristik soal TKP agar dapat memilih jawaban dengan bobot nilai terbaik.
Setiap jenis tes juga memiliki nilai kumulatif maksimal yang dapat diperoleh peserta. Berikut rinciannya:
- TWK: maksimal 150
- TIU: maksimal 175
- TKP: maksimal 225
Dengan demikian, total nilai kumulatif tertinggi yang dapat diperoleh peserta dalam SKD Sekolah Kedinasan 2026 mencapai 550 poin.
Peserta juga perlu memahami materi yang akan muncul dalam masing-masing tes.
TWK mencakup materi nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, serta bahasa negara.
Sementara itu, TIU menguji kemampuan verbal, numerik, dan figural. Kemampuan verbal meliputi analogi, silogisme, dan analitis. Kemampuan numerik mencakup berhitung, deret angka, perbandingan kuantitatif, serta soal cerita. Adapun kemampuan figural meliputi analogi, ketidaksamaan, dan serial.
Untuk TKP, materi yang diujikan mencakup pelayanan publik, jejaring kerja, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, profesionalisme, serta antiradikalisme.
SKD Sekolah Kedinasan 2026 akan berlangsung selama 100 menit. Dalam waktu tersebut, peserta harus menyelesaikan 110 butir soal.
Pembagiannya sebagai berikut:
- TWK: 30 soal
- TIU: 35 soal
- TKP: 45 soal
Dengan waktu yang terbatas, peserta perlu mengatur strategi pengerjaan agar seluruh soal dapat diselesaikan dalam durasi ujian.
Persiapan tidak hanya perlu dilakukan dengan mempelajari materi, tetapi juga membiasakan diri mengerjakan soal dengan sistem CAT dan mengatur waktu pengerjaan.
Dengan jadwal SKD yang akan berlangsung mulai 22 September 2026, peserta yang telah dinyatakan memenuhi tahapan administrasi perlu mulai mempersiapkan diri menghadapi ujian.
BKN juga memastikan kesiapan 36 titik lokasi SKD, termasuk sarana prasarana, sistem CAT, serta dukungan teknis untuk mengawal pelaksanaan seleksi Sekolah Kedinasan 2026.(Dhil/dtk)










