Koranindopos.com, Jakarta – Kisah perjuangan Emmy Saelan akan diangkat ke layar lebar dengan pendekatan yang lebih dekat pada kehidupan pribadinya. Film Emmy tidak hanya membawa penonton pada situasi sejarah masa perjuangan, tetapi juga memasukkan cerita tentang perempuan, cinta, dan pilihan hidup.
Sisi tersebut menjadi salah satu bagian yang membuat film garapan sutradara Emil Heradi ini berbeda dalam melihat sosok Emmy Saelan. Cerita tidak semata-mata bergerak dari peristiwa sejarah, tetapi juga mengikuti persoalan personal yang dihadapi tokohnya.
Dalam film ini, Beby Tsabina dan Vincent Verhaag terlibat dalam cerita yang membawa unsur hubungan antartokoh. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari kisah personal yang ditempatkan berdampingan dengan latar perjuangan Emmy.
Penulis Evelyn Afnilia turut mengembangkan cerita dengan memberikan ruang pada konflik pribadi dan hubungan antartokoh. Dengan begitu, sosok Emmy tidak hanya hadir sebagai nama dalam catatan sejarah, tetapi juga sebagai seorang perempuan yang memiliki perasaan dan harus menentukan pilihan dalam hidupnya.
Produser Denny Siregar mengatakan sisi tersebut memang menjadi bagian dari gagasan film Emmy.
“Film ini bukan hanya soal sejarah, tapi juga tentang perempuan, cinta, dan pilihan hidup yang besar,” ujar Denny Siregar.
Pendekatan cerita yang lebih personal juga membuat film Emmy tidak sepenuhnya bergantung pada rangkaian peristiwa sejarah. Hubungan antartokoh menjadi salah satu cara untuk membawa penonton memahami keputusan yang diambil Emmy dalam situasi pada masa itu.
Film Emmy diperkenalkan dalam acara syukuran yang digelar pada Jumat, 27 Maret 2026. Film ini menjadi produksi terbaru Denny Siregar Production setelah sebelumnya menggarap Kupu Kupu Kertas dan Tanah Runtuh. (BRG/Hend)










