Jumat, 30 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

Kasus Penembakan Senior di Mako Ditpoludara Pondok Cabe, Polisi Uji Keaslian dan Rangkaian CCTV

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
30 Oktober 2026
in Megapolitan
A A
0
Kasus Penembakan Senior di Mako Ditpoludara Pondok Cabe, Polisi Uji Keaslian dan Rangkaian CCTV

Foto: dok. ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA — Penyidik Polda Metro Jaya masih mendalami serta menganalisis rekaman kamera pengawas (CCTV) terkait kasus penembakan yang menewaskan Bharatu LVVL alias Valdo di Asrama Direktorat Polisi Udara (Ditpoludara) Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Insiden berdarah yang terjadi pada Jumat (16/10/2026) lalu tersebut melibatkan junior korban, Bharada Andika Ramadani (AR).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan bahwa analisis terhadap rekaman CCTV dilakukan untuk memetakan konstruksi peristiwa secara utuh dan objektif, mulai dari sebelum, saat kejadian, hingga sesudah penembakan.

“Iya sedang dianalisis. Kalau itu kan masih asumsi bahwa yang bersangkutan tidak mencegah. Kita harus melihat bahwa video ini belum bisa kita simpulkan dari awal, saat, dan setelahnya,” kata Budi saat ditemui di Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).

Budi menuturkan, kepolisian perlu memastikan keaslian (autentisitas) serta keakuratan durasi video sebelum mengambil kesimpulan hukum mengenai keterlibatan pihak lain.

“Jadi harus ada evaluasi apakah video tersebut secara murni, real-time atau tidak, ini kan yang harus kita evaluasi,” jelasnya.

Artikel Terkait

BEM UI Ungkap Taktik “Kuda Troya” dan Angkot T19 Tembus Barikade Polisi di Bundaran HI

Dilema Pekerja Kos Jakarta: Pemprov DKI Masukkan Penghuni Kos dalam Hitungan Backlog Perumahan

Massa Aksi Bubar Usai Tembakan Gas Air Mata di Jalan Imam Bonjol, Kapolda Metro Turun ke Lokasi

Sebelumnya, pengacara keluarga korban, Ardy Mbalembout, membeberkan potongan rekaman CCTV yang diperlihatkan kepada pihaknya. Menurut Ardy, rekaman tersebut memperlihatkan Bharada Andika memasuki ruang penyimpanan senjata api tanpa mendapat intervensi atau teguran dari petugas jaga.

Ardy menyoroti bahwa tersangka yang mengenakan penutup kepala/helm tetap dibiarkan lalu lalang di area markas komando (Mako) hingga berhasil mengambil senjata api.

“Pada saat masuk si orang ini, ada penjaga di ruangan tempat senjata dan dicuekin aja. Orang pakai topi saja di ruang Mako kan disuruh buka, ini pakai helm. Ini sesuatu yang patut dipertanyakan,” ujar Ardy saat berada di Mabes Polri, Rabu (28/10/2026).

Tersangka Bharada Andika yang telah menyerahkan diri pasca-kejadian kini berada dalam penahanan Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Selain menjalani proses pidana, tersangka juga dijadwalkan menjalani pemeriksaan kejiwaan serta pemeriksaan kode etik profesi kepolisian.

Polda Metro Jaya memastikan penyidikan atas kasus penembakan anggota kepolisian ini ditangani secara ketat, profesional, transparan, serta akuntabel guna memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban maupun masyarakat.(dhil/kmps)

Topik: Penembakanpolisipondok cabe

TerkaitBerita

BEM UI Ungkap Taktik “Kuda Troya” dan Angkot T19 Tembus Barikade Polisi di Bundaran HI
Megapolitan

BEM UI Ungkap Taktik “Kuda Troya” dan Angkot T19 Tembus Barikade Polisi di Bundaran HI

oleh Editor : Affandy
30 Oktober 2026
Dilema Pekerja Kos Jakarta: Pemprov DKI Masukkan Penghuni Kos dalam Hitungan Backlog Perumahan
Megapolitan

Dilema Pekerja Kos Jakarta: Pemprov DKI Masukkan Penghuni Kos dalam Hitungan Backlog Perumahan

oleh Editor : Affandy
29 Oktober 2026
Massa Aksi Bubar Usai Tembakan Gas Air Mata di Jalan Imam Bonjol, Kapolda Metro Turun ke Lokasi
Megapolitan

Massa Aksi Bubar Usai Tembakan Gas Air Mata di Jalan Imam Bonjol, Kapolda Metro Turun ke Lokasi

oleh Editor : Affandy
29 Oktober 2026
Penggerebekan Narkoba di Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Amankan 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin
Megapolitan

Penggerebekan Narkoba di Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Amankan 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

oleh Editor : Affandy
28 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya