Koranindopos.com, Jakarta – Perbedaan cara mendidik anak bisa menjadi sumber konflik dalam sebuah keluarga. Persoalan inilah yang diangkat film Fjord, karya sutradara Cristian Mungiu yang membuka penyelenggaraan Jakarta World Cinema (JWC) 2026 di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (31/10).
Film yang meraih Palme d’Or di Cannes Film Festival 2026 tersebut membawa penonton menyelami kehidupan keluarga yang harus menghadapi persoalan serius setelah salah satu anak mereka ditemukan mengalami luka memar.
Cerita berawal dari pasangan Mihai dan Lisbet Gheorghiu, suami istri asal Rumania-Norwegia yang pindah bersama kelima anak mereka ke sebuah desa kecil di Norwegia. Mereka menjalani kehidupan dengan nilai-nilai agama dan pola pengasuhan yang sangat tradisional.
Hubungan keluarga ini dengan tetangga mereka, keluarga Halberg, semula berjalan baik. Namun, keadaan berubah ketika Elia, salah satu anak Mihai dan Lisbet, datang ke sekolah dengan sejumlah luka di tubuhnya.
Peristiwa tersebut memunculkan pertanyaan mengenai cara keluarga Gheorghiu membesarkan anak-anak mereka. Persoalan kemudian berkembang menjadi perdebatan tentang keyakinan, pendidikan, kebebasan, dan perlindungan anak.
Dibintangi Sebastian Stan dan Renate Reinsve, Fjord menghadirkan persoalan keluarga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, tetapi memiliki konflik yang kompleks. Film ini juga meraih FIPRESCI Prize, Ecumenical Jury Prize, François Chalais Prize, dan Citizenship Prize di Cannes Film Festival 2026.
Director of Photography Fjord, Tudor Vladimir Panduru, hadir langsung dalam pembukaan JWC 2026. Ia mengaku senang film yang terlibat dalam proses produksinya bisa bertemu dengan penonton Indonesia.
“Saya sangat senang bisa hadir di Jakarta dan membawa Fjord ke Jakarta World Cinema. Bagi saya, sebuah film tidak hanya selesai ketika proses produksinya berakhir. Film benar-benar menemukan kehidupannya ketika bertemu dengan penonton. Saya berharap penonton Indonesia dapat menikmati Fjord, merasakan ceritanya, dan mendapatkan pengalaman tersendiri setelah menyaksikannya,” ujar Tudor.
Direktur KlikFilm sekaligus Executive Director Jakarta World Cinema, Frederica, mengatakan pemilihan Fjord sebagai film pembuka menjadi salah satu bentuk upaya menghadirkan karya perfilman dunia kepada masyarakat Indonesia.
“Kami sangat bangga bisa menghadirkan Fjord di Jakarta World Cinema 2026, terlebih film ini merupakan peraih Palme d’Or Cannes Film Festival 2026. Kehadiran Tudor Vladimir Panduru secara langsung juga menjadi pengalaman yang sangat istimewa bagi kami dan penonton Indonesia. Kami ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan film-film terbaik dari berbagai negara sekaligus mengenal lebih dekat para sineas yang berada di balik karya-karya luar biasa tersebut,” ujar Frederica.
Menurut Frederica, JWC diharapkan menjadi ruang bagi penonton untuk mengenal kehidupan dan budaya dari berbagai negara melalui cerita yang disampaikan dalam film.
“Bagi kami, JWC bukan hanya festival untuk menonton film. Ini adalah kesempatan untuk membuka wawasan, mengenal budaya lain, dan melihat berbagai persoalan kehidupan melalui perspektif yang berbeda. Kami berharap penonton Indonesia bisa mendapatkan pengalaman yang berkesan dari setiap film yang ditayangkan di JWC tahun ini,” tambahnya.
Pembukaan JWC 2026 turut dihadiri Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon. Sejumlah pekerja seni seperti Kiki Narendra, Faradina Mufti, Morgan Oey, dan Lala Timonthy juga hadir dalam acara tersebut.
Jakarta World Cinema 2026 berlangsung di CGV Grand Indonesia pada 31 Oktober hingga 7 November 2026. Selain pemutaran langsung di bioskop, festival ini juga bisa diikuti secara daring melalui KlikFilm hingga 21 November 2026.(BRG/Kul)










