Koranindopos.com, TANGERANG – Pameran internasional industri makanan dan minuman, Krista Interfood 2026, resmi dibuka pada Rabu (4/11/2026). Event yang berlangsung pada 4–7 November 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, itu dibuka oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia Muhammad Sarmuji.
Sarmuji mengatakan, pemerintah terus mendorong pengembangan produk-produk unggulan Indonesia yang memiliki kelebihan dan potensi khas, yang sebagian besar hanya dimiliki Tanah Air. Menurutnya, potensi tersebut perlu dimaksimalkan agar produk industri nasional semakin berdaya saing di pasar domestik maupun internasional.
Sarmuji menegaskan, pemanfaatan bahan baku lokal perlu dioptimalkan dengan memperkuat keterkaitan industri dari hulu hingga hilir. Selain itu, inovasi yang ditampilkan melalui program Indonesia Food Innovation (IFI) menjadi salah satu potensi yang perlu terus dikembangkan.
Kementerian Perindustrian, lanjut Sarmuji, juga berkomitmen mendorong optimalisasi penggunaan bahan baku dalam negeri, termasuk di sektor farmasi. “Salah satunya melalui pemanfaatan kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia untuk diolah dan diekstrak menjadi bahan baku obat,” katanya dalam sambutan.
Sementara itu, CEO Krista Exhibitions Group Daud D. Salim mengatakan Krista Interfood 2026 menjadi penyelenggaraan ke-27 dengan lokasi baru yang lebih besar, yakni NICE PIK 2. Pameran itu menempati 11 hall dengan total luas area sekitar 60.000 meter persegi.
Menurut Daud, dari total 1.100 peserta yang berpartisipasi, terdapat 100 pelaku IKM yang turut menampilkan produk unggulan. Pameran juga menghadirkan paviliun internasional dari sejumlah negara, di antaranya China, Thailand, dan Amerika Serikat, serta negara-negara lainnya. “Melalui Krista Interfood 2026, kami ingin menghadirkan wadah bagi pelaku industri makanan dan minuman untuk memperluas jaringan bisnis, memperkenalkan inovasi, serta membuka peluang kerja sama dengan mitra dari dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
Daud menjelaskan, terdapat sejumlah agenda unggulan yang menjadi daya tarik pameran tahun ini. Salah satunya Indonesia Food Innovation (IFI) yang berada di bawah koordinasi Kementerian Perindustrian. Program tersebut menampilkan produk-produk unggulan IKM yang telah melalui proses kurasi kementerian.
(rls/why/mmr)









