JAKARTA, koranindopos.com-Salah satu janji kampanye Gubernur DKI Anies Baswedan adalah melepas saham perusahaan bir, PT Delta Djakarta. Namun, hingga saat ini, janji tersebut belum terealisasi. Bahkan, tahun ini, Pemprov DKI masih menerima dividen Rp 63 miliar dari PT Delta Djakarta.
Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria membenarkan bahwa PT Delta Djakarta mendapatkan dividen lebih dari Rp 60 miliar tahun ini. ”Saya dapat laporan, ada dividen lebih dari Rp 60 miliar dari PT Delta Djakarta. Ya, kami tentu berharap PT Delta Djakarta bisa berjalan dengan baik sesuai dengan prinsip usaha yang baik,’’ ujarnya kepada awak media di Balai Kota DKI, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2022).
Terkait dividen yang masih diterima saat ini, Riza mengakui bahwa Pemprov DKI masih memiliki saham di PT Delta Djakarta. Janji untuk penjualan saham tersebut belum terealisasi sampai saat ini. ”Jadi, itu (penjualan) kan terkait janji Anies-Sandi dulu akan melepas. Tapi, teman-teman di DPRD DKI belum ada titik temu. Ya, nanti kami diskusikan lagi dengan teman-teman DPRD DKI,’’ ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pembina Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Budi Purnama menuturkan, tahun ini, dividen yang diterima Pemprov DKI dari PT Delta Djakarta mencapai puluhan miliar rupiah. ”Dividen Delta tahun buku 2021 yang disetor 2022 sebesar Rp 63 miliar,’’ terangnya.
Angka itu meningkat cukup besar jika dibandingkan dengan tahun lalu. Dividen yang diserahkan tahun lalu Rp 52,5 miliar untuk tahun buku 2020. Budi menyebutkan, Delta memberikan dividen kepada Pemprov DKI setiap tahun. Sebab, masih ada kepemilikan saham atas nama Pemprov DKI. Yakni, 210,210 juta saham atau 26,25 persen. ”Sahamnya belum dijual, tapi dividen lebih tinggi dibandingkan sebelumnya,’’ tambahnya.
Budi menyebutkan, setiap tahun, Delta tidak pernah meminta penyertaan modal daerah (PMD) kepada Pemprov DKI. Meski begitu, Delta setiap tahun memberikan dividen kepada Pemprov DKI. Nah, untuk rencana penjualan saham Delta, dia mengaku belum terwujud hingga saat ini. Namun, dia menyatakan bahwa Pemprov DKI sudah mengusulkannya.
”Prinsipnya, di kantor ini, yang ditugaskan Pak Gubernur akan kami selesaikan. Tapi, belum ada pembahasan lanjut. Kalau saya orangnya taat asas. Semua keputusan ketika kami usul disampaikan secara administrasi dan dokumentasi. Prosesnya saja yang diikuti, berarti belum disetujui,’’ terangnya.
Sekadar informasi, saat kampanye, Gubernur DKI Anies Baswedan berniat menjual saham Delta tersebut karena ingin menjauhkan generasi muda dari minuman keras. (wyu/mmr)










