Koranindopos.com, JAKARTA– Angka kasus Covid-19 di Jakarta mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Hingga kemarin (2/11), ada 10.053 kasus aktif di Jakarta. Angka itu meningkat drastis bila dibandingkan dengan Senin (24/10/2022) yang jumlahnya 5.816 kasus.
Meningkatnya angka kasus aktif Covid-19 di Jakarta diakui Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI. Meski begitu, Kepala Dinkes DKI Widyastuti menuturkan bahwa peningkatan kasus tersebut masih terkendali. ”Poinnya masih terkendali. Tapi, yang penting jaga protokol kesehatan, pakai masker,’’ ujarnya.
Terkait kenaikan tersebut, dia menyebutkan bahwa Dinkes DKI masih terus melakukan kajian apakah dampak varian baru atau prokes warga yang menurun. ’’Tentu banyak faktor yang harus kami kaji. Satu sisi memang karena secara umum kita masih PPKM level 1,’’ terangnya.
Namun, dia menyampaikan bahwa kenaikan jumlah kasus itu juga menjadi dorongan warga Jakarta untuk mengikuti program vaksinasi booster. Sebab, dari data Dinkes DKI, cakupan vaksinasi booster di Jakarta masih rendah bila dibandingkan dengan dosis pertama dan kedua yang lebih dari 100 persen.
”Nah, ini (kenaikan jumlah kasus) jadi pesan buat kita, ayo pada booster. Vaksin pertama dan kedua sudah tinggi, tapi booster kita kan masih 60–70 persen. Itu kan masih kurang. Jadi, kami harapkan momen yang pas, ayo silakan booster. Mumpung vaksinnya masih banyak,’’ imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Ngabila Salama menuturkan, pada akhir Oktober lalu, DKI baru mendapatkan 34.125 vial Pfizer dari Kementerian Kesehatan.
Vaksin-vaksin tersebut juga disebutkannya langsung didistribusikan ke 44 puskesmas kecamatan di Jakarta untuk bisa disuntikkan kepada warga Jakarta. Baik untuk vaksin primer maupun booster.
”Jumlah vaksin itu sangat cukup untuk melayani kebutuhan vaksin Covid-19 di Jakarta. Sebelum habis, kami juga akan minta kembali ke Kemenkes,’’ katanya. Sebagai informasi, 34.125 vial setara dengan 204 ribu dosis. (wyu/mmr)










