Koranindopos.com, JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI memprakirakan Jakarta akan dilanda cuaca ekstrem. Itu terbukti dengan turunnya hujan berintesitas tinggi sepekan belakangan. Seperti yang terjadi sepanjang Sabtu (5/11/2022). Akibatnya, terjadi genangan di sejumlah wilayah dan pintu-pintu air bersiaga.
Cuaca ekstrem akhir pekan lalu mengakibatkan kenaikan status Bendung Katulampa menjadi siaga 3 (waspada), pos Depok siaga 3, dan pos Angke Hulu siaga 2 (siaga). Kemudian, pos Sunter Hulu dan pintu air Manggarai siaga 3 hingga Minggu (6/11/2022) pukul 06.00.
Selain itu, BPBD DKI mencatat, terjadi genangan di 15 RT hingga Minggu pagi. ’’Rata-rata penyebab genangan karena luapan Kali Ciliwung,’’ kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD DKI Isnawa Adji.
Untuk mengatasi genangan tersebut, BPBD DKI sudah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi di setiap wilayah. Juga mengoordinasi berbagai unsur di organisasi perangkat daerah (OPD).
Di antaranya, Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga (DBM), dan Dinas Gulkarmat DKI. Mereka diminta menyedot genangan sekaligus memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama para lurah dan camat setempat. ’’Genangan kami targetkan surut dalam waktu cepat,’’ lanjutnya.
Isnawa menyatakan, pada pukul 11.25, seluruh genangan di wilayah Jakarta sudah surut. Selain berkat upaya kolaboratif OPD terkait, genangan yang cepat surut tidak terlepas dari dukungan peralatan yang tersedia.
Selama mengatasi genangan, seluruh peralatan yang tersedia berfungsi baik. Mulai pompa mobile untuk menyedot genangan hingga tali-tali air. Seluruhnya mampu beroperasi secara maksimal untuk menyurutkan air.
Meskipun demikian, Isnawa tetap meminta masyarakat waspada. Sebab, potensi cuaca ekstrem
masih akan muncul beberapa waktu ke depan. Terrlebih, saat ini belum memasuki puncak musim hujan. (wyu/mmr)










