koranindopos.com – Jakarta. Pemprov DKI telah memperkirakan siklus tahunan kenaikan kebutuhan komoditas pangan ketika memasuki Ramadan dan Lebaran. Tidak terkecuali daging sapi. Peningkatannya selama Ramdhan hingga Idul Fitri diperkirakan mencapai 10,37 persen.
Merespons hal tersebut, Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (KPKP) DKI menjamin bahwa BUMD DKI sudah menyiapkan stok. Untuk daging, BUMD yang bertugas menyiapkan stok yakni Perumda Dharma Jaya.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman menuturkan, stok daging yang ada saat ini ada sebanyak 500 ton. ”Stok itu daging beku. Tapi, di luar juga akan masuk 500 ton daging sapi. Lalu, ikan juga akan masuk sekitar 600 – 700 ton,” terang Raditya.
Selain itu, untuk kebutuhan daging warga Jakarta yang mencapai 6.000 ton per bulan. Mereka juga sudah menyiapkan sekitar 1.000 ekor daging sapi yang dipotong setiap hari untuk swalayan yang sudah bekerja sama dengan Dharma Jaya. Per ekor sapi biasanya mencapai 250 kilogram.
Dibanding dengan kebutuhan warga Jakarta, jumlah itu masih kurang. Namun dia menyebutkan kebutuhan daging di Jakarta tidak hanya disiapkan oleh Dharma Jaya. ”Dharma Jaya tentu akan berkomunikasi dengan seluruh stakeholder, termasuk importir swasta, asosiasi, dan segala macam di bawah koordinasi Dinas KPKP DKI,” terangnya.
Dengan keterlibatan banyak pihak, Raditya menyebutkan warga Jakarta tidak perlu khawatir akan kekurangan daging di Jakarta mulai dari Ramadan sampai Idul Fitri. Bahkan, dia menjanjikan, tidak hanya bekerja sama dengan swalayan swasta, mereka akan mulai menjual daging di Jakgrosir dengan membuka konter daging di Jakgrosir yang ada di Jakarta dengan harga daging yang lebih murah dibanding di pasar. Harga bisa lebih murah karena pemotongan dan pemasaran mereka lakukan sendiri. ”Kalau di pasar daging fresh itu sekitar Rp 150 ribu, kami jualnya Rp 125 – 130 ribu per kilogram. Insya Allah bisa dipertahankan harganya sampai Idul Fitri,” imbuhnya.
Tidak hanya memastikan stok daging sapi, Raditya juga menyebutkan sebagai BUMD di bidang pangan, mereka juga bertugas untuk menyiapkan stok daging ayam. Saat ini, dia menyebutkan stok daging ayam di Jakarta ada sebanyak 500 ton. ”Kalau ayam pemasoknya di Jakarta banyak. Kebutuhan daging di Jakarta itu mencapai 1 juta ekor per hari, jadi sekitar 1.000 ton. Itu juga di-support seluruh stakeholder,” katanya.
Dengan kondisi stok yang banyak itu, dia menyebutkan warga Jakarta tidak perlu khawatir atas lonjakan harga pasca konsumen meningkat sampai di atas 10 persen. Sebab, mereka juga ada kerjasama dengan daerah dan juga akan impor daging dari Australia dan Brazil agar kebutuhan akan daging di Jakarta terpenuhi. Untuk import itu, lanjutnya, kami kerjasama dengan BUMN. ”Jadi, kalau operasi pasar diperlukan, kami langsung sedia serang sesuai dengan titik yang ditentukan,” terangnya. (wyu/mmr)










