Koranindopos.com – Jakarta. Sukses dengan menghadirkan “The Where Next Club” di Indonesia yang menghadirkan sejumlah Mavericks terkemuka, Glenfiddich x Prestige Indonesia kembali mempersembahkan “The Where Next Club” bersama David Soong.
Di episode terakhir ini, David Soong menyoroti konsistensi dalam mendorong batasan untuk menemukan “Where Next?” untukmu. Sesuai dengan sebutan ‘Maverick’ yang disandang, mereka memiliki pola pikir ‘maverick’ yang turut mensukseskan
Glenfiddich selama lebih dari 130 tahun sejak didirikan oleh William Grant yang visioner di Dufftown, Skotlandia.
Sejak tahun 2000, Glenfiddich telah memenangkan lebih banyak penghargaan daripada single malt Scotch Whisky lainnya, termasuk
International Wine & Spirit Competition dan International Spirits Challenge.
Di episode terakhir yang disiarkan secara daring pada awal Maret menampilkan kisah menarik secara mendalam bersama serial entrepreneur David Soong.
Aspek yang paling menarik dari kisah David Soong bukanlah mengenai banyaknya perusahaan yang sukses ia dirikan, yang menjadikan istilah ‘serial entrepreneur’ sangat cocok untuknya; sebaliknya adalah bagaimana dia mampu menggabungkan minat dan motivasinya sehingga menjadi pebisnis yang sukses. 20 tahun yang lalu, David Soong mendirikan Axioo, sebuah perusahaan yang menyediakan jasa fotografi dan videografi dengan fokus pada pernikahan dan potret keluarga, terinspirasi oleh kecintaannya pada fotografi.
“Ketika saya pertama kali memulai bisnis ini, fotografi pernikahan biasanya ditangani oleh para profesional. Tentunya, banyak senior berpengalaman yang telah lama bekerja di bidang ini,” jelas Soong melalui surat elektronik.
Dalam menjalani pekerjaannya, David selalu mendokumentasikan semua momen dalam sebuah pernikahan. Menurutnya, semua yang ada itu penting dan layak untuk diabadikan.
“Tapi, saat itu saya belum memahaminya. Saya hanya ingin
mendokumentasikan setiap detik momen itu sepanjang hari, bukan hanya pengantin serta kisah mereka, tapi juga saat neneknya menangis dan anak kecil berlarian. Bagi saya, pernikahan lebih dari sekadar pasangan bahagia, melainkan tentang
perayaan bersama semua orang. Ternyata, strategi ini adalah inovasi yang meningkatkan reputasi Axioo,” tambahnya.
Sebagai host dalam sesi wawancara, Rory Asyari menyimpulkan, “Kebahagiaan orang lain itulah yang menjadi inspirasi Anda.” Kemudian, Soong menceritakan bagaimana inspirasinya selaras dengan sejarah Glenfiddich yang panjang dan sukses sebagai The World’s Most Awarded Single Malt Scotch Whisky di dunia. Soong menjelaskan, “Glenfiddich merayakan pencapaian atau keberhasilan dan itu sangat sesuai dengan bisnis kami. Saat kami berkembang, kami memastikan kualitas layanan kami dan merayakan kebahagiaan mereka,” katanya.
Dalam kesempatan itu, David Soong menceritakan kesuksesan bisnisnya yang lain, Sweet Escape, dengan ide mendasar, yakni membantu orang merayakan kegembiraan. Singkatnya, jaringan bisnis ini menghubungkan klien dengan lebih dari 8.000 fotografer di 100 kota di seluruh dunia. Jika Anda ingin mengabadikan perjalanan ke Paris atau ingin mendapatkan momen
sempurna saat melamar pasangan di Danube, Sweet Escape akan memberikan cara mudah kepada turis untuk menyewa fotografer lokal berpengalaman yang tidak hanya terampil, tetapi juga sangat memahami setiap lokasi.
Dibidang kuliner, Soong punya Boga Group, yang membawahi jaringan restoran terkenal termasuk Bakerzin, Pepper Lunch, Shaburi, Kintan, Kimukatsu. Tidak mengherankan, saat ini Soong memiliki sudut pandang yang unik yang pantas menjadikannya sebagai Maverick sejati.
“Kami menganggap restoran lebih dari sekadar tempat menyajikan makanan. Kami merancang restoran dimana orang-orang dapat merayakan momen berharga di hidupnya. Ini adalah tempat dimana orang-orang dapat bergaul, keluarga dapat berkumpul, rekan kerja dapat bekerja sama,” ujar Soong.
Perspektif David Soong tentang pencapaian dan keberhasilan mungkin menjadi hal terpenting yang bisa diambil dari episode terakhir ‘The Where Next Club’ ini.
“Jangan menutup rasa penasaran kecil yang sesungguhnya merupakan benih kesuksesan. Kita akan unggul jika kita mengikuti rasa ingin tahu kita. Ketika Anda mahir dalam suatu hal, hal tersebut dapat menghasilkan banyak peluang kerja lainnya,” tandasnya.
David secara konsisten mendorong limit, seperti Glenfiddich, dan ia melakukannya dengan caranya sendiri yang unik. Ingin tahu lebih lengkapnya simak di channel YouTube Prestige Indonesia.










