koranindopos.com – Dar Es Salaam. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), mengumumkan komitmen Indonesia dalam mewujudkan kolaborasi konkret dengan benua Afrika melalui desain besar pembangunan lima tahun ke depan yang tengah disusun. Pengumuman ini dilakukan usai pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Tanzania, Samia Suluhu Hassan, di Dar Es Salaam State House.
Presiden Jokowi menjelaskan bahwa Indonesia akan mengimplementasikan “walk the talk” dalam kolaborasi dengan Afrika. Desain besar pembangunan lima tahun ke depan akan menjadi tonggak penting dalam hubungan kerja sama antara Indonesia dan negara-negara di benua Afrika.
“Indonesia sedang merampungkan grand design pembangunan lima tahun ke depan untuk Afrika,” kata Presiden Jokowi.
Dalam rencana pembangunan tersebut, sektor pertanian di Tanzania menjadi salah satu fokus utama. Presiden Jokowi menyebut rencana revitalisasi Farmer’s Agriculture dan Rural Training Center di Morogoro, Tanzania, sebagai salah satu langkah dalam mendukung sektor pertanian.
Selain itu, Presiden Jokowi menegaskan komitmen Indonesia dalam membangun ketahanan kesehatan di Tanzania melalui pemenuhan kebutuhan produk farmasi di negara tersebut.
“Indonesia berkomitmen untuk menjadi bagian dalam membangun ketahanan kesehatan di Tanzania. Perusahaan farmasi Indonesia akan mengekspor produk perdananya ke Tanzania sebagai bentuk kontribusi dalam memenuhi kebutuhan produk farmasi,” ungkapnya.
Presiden Jokowi juga menyebutkan bahwa Indonesia berencana untuk meningkatkan investasi di Tanzania, khususnya dalam bidang energi.
“Indonesia ingin meningkatkan investasi di Tanzania, termasuk dalam pengelolaan Blok Gas Mnazi Bay oleh Pertamina dan pengolahan gas alam menjadi bahan kimia dan pupuk,” jelas Presiden.
Investasi ini dinilai memiliki dampak strategis dan dapat memperkuat kerja sama antar negara berkembang.
Selain itu, dalam pertemuan tersebut, Indonesia juga mendorong pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) dan Bilateral Investment Treaty (BIT) dengan Tanzania untuk mengoptimalkan potensi perdagangan dan perlindungan investasi kedua negara.
“Indonesia mendorong dibentuknya Preferential Trade Agreement untuk semakin mengoptimalkan potensi perdagangan bilateral, yang pada tahun 2022 mengalami peningkatan sebesar 20,7 persen,” ujar Presiden.
Dalam hal ini, Presiden Jokowi mengusulkan pembentukan BIT untuk menjamin perlindungan dan kelangsungan investasi di kedua negara.
Pertemuan bilateral ini juga melahirkan sejumlah dokumen kerja sama di berbagai sektor, seperti kesehatan, energi, ketenagalistrikan, dan industri pertambangan. Dokumen-dokumen tersebut menunjukkan komitmen kuat kedua negara untuk memperkuat kerja sama dan meningkatkan hubungan bilateral yang saling menguntungkan. (dni)










