koranindopos.com – Jakarta, Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dukungan ini ditujukan kepada dua menteri yang baru saja dilantik oleh Presiden Prabowo, yakni Prof. Abdul Mut’ti sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) dan Prof. Satryo Soemantri Brojonegoro sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisainstek).
Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi, mengungkapkan harapan besar bahwa kedua menteri tersebut dapat mempercepat implementasi program-program yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan. “PGRI mengucapkan selamat bekerja kepada dua menteri yang membidangi pendidikan tersebut. Kami harap dengan nomenklatur baru, kementerian pendidikan dapat fokus mempercepat pelaksanaan program untuk peningkatan kualitas pendidikan nasional,” ujar Unifah
Dalam pernyataannya, Unifah menegaskan bahwa PGRI akan terus mendukung berbagai kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan guru dan dosen. Hal ini mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan pendidik, serta jaminan perlindungan hukum bagi profesi guru dan dosen.
“PGRI menaruh harapan besar kepada kedua menteri agar dapat mendengar dan memperhatikan dengan seksama masukan dari kalangan pendidik, baik guru maupun dosen,” jelas Unifah. Menurutnya, perhatian serius terhadap kompetensi dan kesejahteraan para pendidik sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Unifah juga menekankan bahwa guru merupakan elemen kunci dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional. Ia menyoroti pentingnya upaya peningkatan kompetensi dan perlindungan hukum bagi profesi guru. “Karena guru adalah kunci untuk meningkatkan kualitas dalam sistem pendidikan nasional,” tambahnya.
PGRI melihat bahwa tantangan pendidikan di Indonesia sangat kompleks, sehingga diperlukan alokasi dana yang memadai untuk mendukung program pendidikan yang berkualitas. Termasuk di dalamnya adalah pembangunan infrastruktur pendidikan, kepastian status kepegawaian guru, serta peningkatan kesejahteraan mereka.
Sebagai organisasi profesi guru terbesar di Indonesia, PGRI berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak-hak guru dan siswa. Selain itu, PGRI juga berupaya memastikan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional.
“PGRI berkomitmen untuk memperjuangkan hak-hak guru dan siswa. Sekaligus memastikan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional,” tutup Unifah.
Pelantikan dua menteri yang membawahi sektor pendidikan ini diharapkan dapat membawa angin segar dalam implementasi program-program strategis di bidang pendidikan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada di era globalisasi dan digitalisasi. PGRI berharap kolaborasi antara pemerintah dan para pendidik dapat berjalan harmonis demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih baik. (hai)










