koranindopos.com – Jakarta. Banjir rob kembali melanda sejumlah wilayah di pesisir utara Jakarta pada Senin pagi (16/12/2024). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa genangan air menutup 9 Rukun Tetangga (RT) dan satu ruas jalan. Meskipun hanya sebagian kecil dari total RT di Jakarta, genangan ini tetap menimbulkan dampak pada mobilitas warga di wilayah terdampak.
Salah satu ruas jalan yang terdampak banjir rob adalah Jalan RE Martadinata di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, tepat di depan kompleks Jakarta International Stadium (JIS). Genangan di area ini membuat akses kendaraan terganggu, terutama bagi warga yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Isnawa Adji, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, mengonfirmasi bahwa genangan terjadi akibat pasang air laut yang tinggi di pesisir utara Jakarta. “BPBD mencatat genangan saat ini terjadi di 9 RT atau 0,029% dari 30.772 RT yang ada di wilayah DKI Jakarta dan 1 ruas jalan,” ungkap Isnawa kepada media.
Banjir rob adalah fenomena banjir yang disebabkan oleh pasang air laut, sering kali diperburuk oleh faktor cuaca ekstrem dan penurunan permukaan tanah di wilayah pesisir. Jakarta Utara menjadi salah satu daerah yang paling rentan terhadap fenomena ini karena letaknya yang berada di bawah permukaan laut.
BPBD DKI Jakarta telah menyiagakan petugas di wilayah terdampak untuk membantu mengatasi genangan air dan memastikan keselamatan warga. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi genangan susulan, terutama pada saat pasang air laut tinggi yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Meskipun banjir rob kali ini hanya berdampak pada sebagian kecil wilayah Jakarta, warga yang tinggal di daerah pesisir tetap merasa terganggu. Genangan air tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi menyebabkan kerusakan pada infrastruktur, kendaraan, dan barang-barang milik warga.Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengupayakan solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir rob, salah satunya melalui pembangunan tanggul laut dan peningkatan sistem drainase di wilayah pesisir. Masyarakat juga diimbau untuk mendukung langkah-langkah mitigasi, seperti tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air.
Banjir rob di pesisir Jakarta Utara menjadi pengingat akan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk menghadapi tantangan lingkungan, terutama di wilayah yang rawan bencana seperti Jakarta.(dhil)










