koranindopos.com – Jakarta. Seorang pria berinisial SH (22) ditemukan tewas setelah diduga melompat dari menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di daerah Kukusan, Beji, Depok. Kejadian ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, sementara motif di balik insiden tragis ini masih belum terungkap.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menemukan fakta bahwa korban sempat keluar dari grup WhatsApp keluarga beberapa jam sebelum ditemukan meninggal. Hal ini diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP DK Zendrato.
“Tetapi dari hasil investigasi penyelidikan, diketahui bahwa korban almarhum ini pada pukul 02.30 WIB pagi itu left grup WhatsApp keluarga,” ujar Zendrato kepada wartawan, Kamis (20/2/2025).
Tindakan ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai kondisi mental korban sebelum kejadian. Pihak kepolisian masih terus mengumpulkan informasi dari keluarga serta teman-teman dekat korban untuk mengungkap kemungkinan penyebab di balik peristiwa tersebut.
Kejadian ini menjadi pengingat penting mengenai pentingnya kesehatan mental. Jika seseorang mengalami tekanan emosional berat atau memiliki pemikiran negatif yang mengarah pada tindakan berbahaya, sangat disarankan untuk segera mencari bantuan dari psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental lainnya.
Bagi siapa pun yang merasa membutuhkan dukungan, jangan ragu untuk berbicara dengan orang terdekat atau profesional yang dapat membantu mengatasi perasaan tersebut. Bantuan dan dukungan yang tepat dapat menyelamatkan nyawa.(dhil)










