Minggu, 25 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

Efek Berantai Kenaikan LPG 12 Kg, Warga Ibu Kota Mulai Khawatir

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
20 April 2026
in Megapolitan
A A
0
Efek Berantai Kenaikan LPG 12 Kg, Warga Ibu Kota Mulai Khawatir

dok.ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Kenaikan harga gas elpiji (LPG) nonsubsidi ukuran 12 kilogram mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, khususnya warga ibu kota. Bukan hanya soal bertambahnya beban pengeluaran rumah tangga, tetapi juga potensi efek berantai yang bisa memicu kenaikan harga kebutuhan lainnya.

Diketahui, harga LPG 12 kg mengalami kenaikan dari sekitar Rp 192.000 menjadi Rp 228.000 per tabung. Kenaikan ini langsung dirasakan masyarakat sebagai tekanan tambahan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Bagi sebagian warga, kenaikan harga gas bukan sekadar persoalan satu komoditas. Michael (24), warga Kalideres, Jakarta Barat, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kenaikan ini bisa memicu lonjakan harga lain.

“Biasanya kalau gas naik, yang lain ikut. Takutnya bukan cuma Rp 36.000 ini, tapi nanti harga makanan, ongkos, semua ikut naik,” ujarnya.

Artikel Terkait

Proyek Pesawat Kargo Fiktif Rp 4,9 Miliar, Eks Dirut Angkasa Pura Kargo Ditetapkan Jadi Tersangka

Resahkan Warga hingga Lakukan Catcalling, 45 WNA di Apartemen Kalibata City Diamankan Imigrasi

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. LPG merupakan kebutuhan utama, baik untuk rumah tangga maupun pelaku usaha kecil seperti warung makan dan pedagang kaki lima. Ketika biaya operasional mereka naik, ada kemungkinan harga jual produk juga ikut disesuaikan.

Kenaikan LPG berpotensi paling cepat dirasakan oleh sektor usaha kecil. Pedagang makanan, misalnya, sangat bergantung pada gas untuk memasak. Jika harga gas naik signifikan, mereka dihadapkan pada dua pilihan sulit: menaikkan harga jual atau menanggung biaya tambahan dengan margin keuntungan yang semakin tipis.

Dalam banyak kasus, penyesuaian harga menjadi langkah yang tak terhindarkan. Hal ini yang kemudian dikhawatirkan masyarakat sebagai awal dari kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya.

Selain itu, kenaikan harga LPG nonsubsidi juga mendorong sebagian masyarakat untuk beralih ke LPG subsidi ukuran 3 kg. Fenomena ini kerap disebut sebagai “turun kelas”, di mana pengguna sebelumnya beralih ke produk yang lebih murah demi menekan pengeluaran.

Namun, pergeseran ini berpotensi menimbulkan masalah baru, seperti meningkatnya beban subsidi pemerintah serta risiko kelangkaan LPG 3 kg bagi masyarakat yang memang berhak.

Kenaikan harga LPG mencerminkan tantangan yang lebih luas dalam menjaga stabilitas harga energi dan kebutuhan pokok. Ketika satu komponen biaya meningkat, dampaknya bisa menjalar ke berbagai sektor.

Pemerintah diharapkan dapat mengantisipasi dampak lanjutan ini, baik melalui pengawasan harga maupun kebijakan yang menjaga daya beli masyarakat. Tanpa langkah mitigasi yang tepat, kenaikan LPG dikhawatirkan menjadi pemicu inflasi yang lebih luas.(dhil)

Topik: lpg 12 kgwarga ibu kota

TerkaitBerita

Proyek Pesawat Kargo Fiktif Rp 4,9 Miliar, Eks Dirut Angkasa Pura Kargo Ditetapkan Jadi Tersangka
Megapolitan

Proyek Pesawat Kargo Fiktif Rp 4,9 Miliar, Eks Dirut Angkasa Pura Kargo Ditetapkan Jadi Tersangka

oleh Editor : Affandy
24 Oktober 2026
Resahkan Warga hingga Lakukan Catcalling, 45 WNA di Apartemen Kalibata City Diamankan Imigrasi
Megapolitan

Resahkan Warga hingga Lakukan Catcalling, 45 WNA di Apartemen Kalibata City Diamankan Imigrasi

oleh Editor : Affandy
23 Oktober 2026
Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama
Megapolitan

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

oleh Editor : Affandy
22 Oktober 2026
BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober
Megapolitan

BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

UNGGUL STARTING: Ezri Konsa merayakan golnya pada laga Arsenal lawan Everton di pekan ke-8 Premier League 2026/2027. (Foto: (c) AP Photo/Ian Walton)

Arsenal Amankan 2 Poin Hajar Everton di Stadion Emirates

25 Oktober 2026
OTORITAS MILITER: Militer Pakistan melancarkan serangkaian serangan atas militan di Waziristan Utara pada Minggu (15/6/2026). (Foto: dok/AP)

Militer Pakistan Bergabung Dengan Pakta Pertahanan Makkah Tanpa Izin Parlemen

25 Oktober 2026
BANTUAN SOSIAL: Pemberian Dana Bantuan RLH dari Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara kepada salah seorang penerima manfaat I Nyoman Mertha Yasa di Jalan Tukad Balian, Kota Denpasar, Bali pada Sabtu (24/10/2026). (Foto: Dok./Pemkot Denpasar)

Pemkot Denpasar Salurkan Bantuan Perbaikan 22 Rumah Layak Huni

25 Oktober 2026
Pakar Hukum Kemenkes Tegaskan Kasus Label Produk dr. Richard Lee Tak Tepat Dibawa ke Ranah Pidana

Pakar Hukum Kemenkes Tegaskan Kasus Label Produk dr. Richard Lee Tak Tepat Dibawa ke Ranah Pidana

24 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5060 shares
    Share 2024 Tweet 1265
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1095 shares
    Share 438 Tweet 274
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya