Koranindopos.com – JAKARTA – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ulhaq, membeberkan desain soal dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) saat melakukan kunjungan ke SDN Rawabuntu 03. Dalam kesempatan tersebut, ia tidak hanya memberikan motivasi kepada para siswa, tetapi juga menjelaskan konsep di balik penyusunan soal TKA yang kerap dianggap panjang.
Menurut Fajar, soal TKA memang dirancang berbeda dari soal konvensional. Model pertanyaan yang digunakan bertujuan untuk mendorong kemampuan siswa dalam berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking skills (HOTS). Karena itu, soal sering kali disajikan dalam bentuk narasi atau kasus yang lebih panjang.
Penjelasan ini sekaligus menjawab rasa penasaran siswa yang mempertanyakan mengapa soal TKA terlihat lebih panjang dibandingkan ujian pada umumnya. Fajar menegaskan bahwa panjangnya soal bukan tanpa alasan, melainkan untuk melatih siswa dalam memahami konteks, menganalisis informasi, serta menarik kesimpulan secara logis.
Ia menambahkan bahwa pendekatan ini penting agar siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan dalam berbagai situasi. Dengan demikian, kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah dapat विकसित sejak dini.
Kebijakan desain soal seperti ini juga sejalan dengan arah transformasi pendidikan di Indonesia yang menekankan pengembangan kompetensi, bukan sekadar penguasaan materi. Melalui TKA, diharapkan siswa dapat lebih siap menghadapi tantangan di dunia nyata yang membutuhkan kemampuan analisis dan adaptasi.
Kunjungan tersebut menjadi momen interaktif antara pemerintah dan siswa, sekaligus sarana untuk memberikan pemahaman bahwa perubahan dalam sistem evaluasi pendidikan bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran secara menyeluruh.(dhil)










