Koranindopos.com – JAKARTA – Pendaftaran jalur mandiri di Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk tahun 2026 resmi dibuka pada bulan April. Pada tahun ini, ITB menghadirkan pembaruan signifikan dalam sistem seleksi dengan menawarkan dua skema, yaitu jalur tes dan non-tes.
Menariknya, ITB juga melakukan perubahan nama dan konsep seleksi mandiri. Jika sebelumnya dikenal sebagai Seleksi Mandiri ITB (SM ITB), kini berganti menjadi Seleksi Siswa Unggul ITB (SSU ITB). Perubahan ini bukan sekadar pergantian istilah, melainkan bagian dari upaya kampus untuk memperluas akses bagi siswa berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia.
Melalui skema SSU ITB, calon mahasiswa diberikan pilihan metode seleksi yang lebih fleksibel. Jalur tes memungkinkan peserta mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh ITB, sementara jalur non-tes membuka peluang bagi siswa dengan rekam jejak akademik dan prestasi yang kuat untuk lolos tanpa ujian tertulis.
Menurut informasi resmi dari ITB, pembaruan sistem ini bertujuan untuk menjaring lebih banyak talenta unggul yang memiliki potensi akademik maupun non-akademik. Dengan pendekatan ini, ITB berharap dapat memberikan kesempatan yang lebih merata bagi siswa di seluruh Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di salah satu perguruan tinggi terbaik di Tanah Air.
Calon pendaftar diimbau untuk memperhatikan persyaratan serta jadwal yang telah ditetapkan. Setiap jalur memiliki ketentuan berbeda, baik dari segi dokumen yang harus disiapkan maupun tahapan seleksi yang harus dilalui.
Dengan dibukanya pendaftaran jalur mandiri ini, ITB kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan sistem seleksi yang lebih inklusif, transparan, dan berorientasi pada kualitas calon mahasiswa. Bagi siswa yang ingin melanjutkan studi di ITB, kesempatan ini menjadi salah satu jalur penting yang patut dipertimbangkan.(dhil)










