Koranindopos.com – JAKARTA – Akses gratis menaiki moda transportasi publik di Ibu Kota kini semakin dirasakan manfaatnya oleh kalangan lanjut usia (lansia). Melalui Kartu Layanan Gratis (KLG), para lansia dapat menggunakan berbagai layanan transportasi umum tanpa biaya, termasuk MRT Jakarta. Fasilitas ini tak hanya memudahkan mobilitas, tetapi juga membantu mengurangi beban pengeluaran harian.
Bagi banyak lansia, kemudahan ini menjadi solusi atas kepadatan lalu lintas yang kerap melelahkan. Dengan transportasi umum yang nyaman dan bebas biaya, mereka dapat bepergian dengan lebih tenang tanpa harus menghadapi kemacetan khas perkotaan.
Salah satu yang merasakan manfaat tersebut adalah Tan (75), warga Kebon Jahe, Jakarta Pusat. Ia mengaku telah memiliki kartu layanan gratis sejak masa kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok. Namun, baru belakangan ini ia mengetahui bahwa kartu tersebut telah diperbarui dan kini bisa digunakan untuk moda transportasi lain selain bus.
“Jadi seminggu kemarin aku pas nyoba nih, ke Blok M kan aku pakai Busway (Transjakarta) biasa. Terus jadi kemarin nyoba dari Blok M ke HI sini aku pakai MRT gratis,” ujar Tan saat ditemui pada Minggu (19/4/2026).
Sebelumnya, Tan lebih sering menggunakan TransJakarta untuk bepergian. Kini, dengan adanya integrasi layanan, ia bisa merasakan pengalaman baru menggunakan MRT tanpa biaya tambahan. Hal ini membuka lebih banyak pilihan perjalanan bagi lansia untuk menjangkau berbagai wilayah di Jakarta dengan lebih cepat dan nyaman.
Program Kartu Layanan Gratis sendiri merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan inklusivitas transportasi publik. Selain MRT dan TransJakarta, kartu ini juga dapat digunakan pada moda lain seperti LRT, sehingga memperluas akses mobilitas bagi kelompok rentan.
Bagi para lansia, manfaatnya tidak hanya soal penghematan, tetapi juga kualitas hidup yang meningkat. Mereka kini memiliki kesempatan lebih besar untuk beraktivitas, bersosialisasi, hingga sekadar menikmati suasana kota tanpa terbebani biaya transportasi.
Dengan fasilitas ini, transportasi umum di Jakarta tidak lagi sekadar alat mobilitas, melainkan juga sarana yang mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kalangan lanjut usia.(dhil)










