Ultra marathon (200 K) bak ajang pembuktian diri bagi semua runner. Tidak terkecuali Veby Senopati Silam. Pria kelahiran 25 Februari 1989 itu sukses meraih rekor MURI dalam event Binloop Ultra Marathon 120 pada 2024.
LAPORAN: MEMOARTO-Koranindopos.com
VEBY mendapat piagam tersebut untuk kategori Pelaut Niaga Pertama yang Menyelesaikan Kejuaraan Ultra Marathon. Ya, sebuah kebanggaan. Itu adalah capaian berharga selama Veby berkiprah sebagai pelari.
”Ultra marathon itu di atas 42 K. Peserta harus menyelesaikan 16 looping atau 200 K. Tidak mudah. Butuh strategi, kondisi prima, dan endurance,” kata Veby antusias, saat mengunjungi Redaksi Koranindopos.com di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan pada Kamis (26/6/2025).
Binloop Ultra 120 Tahun 2024 diselenggarakan di Bintaro Jaya, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan. Bukan kali pertama Veby mengikuti ajang tersebut. Sebelumnya, pada 2023 dia juga berambisi untuk menaklukkannya, namun gagal. ”Saya pernah DNF (do not finish, Red) karena kelelahan di kilometer 140,” kenangnya.
Saat itu dia sangat kepayahan. Veby salah strategi. Dia berpikir terus bergerak untuk mencapai finish. ”Saat itu saya berpikir yang penting gerak. Tetapi kaki saya sudah tidak mampu,” ujarnya. Namun, insiden tersebut membuatnya belajar bersabar. Dia kemudian berlatih rutin menempa diri dengan mengikuti berbagai ajang full marathon atau 42 K.
Setahun kemudian, Veby mendapat kesempatan lagi untuk meraih impiannya bisa finish di Binloop Ultra 120 Tahun 2024. Bukan perkara mudah berlari stabil selama 40 jam. Belum lagi kondisi track yang menantang karena terdapat dua obstacle berat. ”Ada dua tanjakan fly over. Kadang aku harus berjalan untuk menjaga agar kaki tidak cedera dan endurance tetap konstan,” ucap Veby.
Bahkan, Veby sempat tertidur. Meski demikian, dia berhasil menebusnya dengan mencapai garis finish sebelum batas waktu 40 jam berakhir. ”Waktu itu ngantuk banget. Jadi aku harus tidur sebentar, lalu mengejar ketertinggalan. Alhamdulillah, 16 looping bisa aku lalui. Sekitar 1,5 hari aku mencapai garis finish,” ungkapnya, semringah.
Menjadi runner sebenarnya tidak disengaja. Veby menggemari lari karena latihan fisik yang dia jalani untuk persiapan seleksi menjadi taruna atau kadet. ”Sebetulnya aku ingin jadi polisi. Tetapi ternyata ada pendaftaran untuk menjadi pelaut, aku mendaftar,” katanya. Dari sana lah Veby gemar berolahraga, termasuk mengikuti beberapa event marathon. Bahkan, dia kini telah membentuk komunitas pelari yang dia namai KC Runners. (*)










