Koranindopos.com, Jakarta — Pengalaman menarik dialami aktor Dimas Aditya saat menjalani proses adu peran dalam film horor URANG BUNIAN. Memerankan karakter Kapten Teddy, Dimas berkesempatan berhadapan langsung dalam satu bingkai adegan bersama aktor panggung sekaligus sastrawan Minang yang memerankan toko legendaris bernama Parewa.
Film yang dijadwalkan rilis serentak di bioskop pada 17 September 2026 ini memadukan kekuatan folklor tradisional Minangkabau dengan pendekatan sinematik bernuansa modern. Kehadiran karakter-karakter unik di dalamnya menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.
Dimas membeberkan bahwa adegan tatap muka dengan sosok Parewa menjadi salah satu momen yang paling berkesan dan sulit ia lupakan selama produksi. Aura serta gesture panggung yang dibawakan aktor pemeran Parewa menghadirkan dinamika akting yang sangat kuat.
Sebagai aktor yang berlatar belakang film komersial, berhadapan dengan pemeran berlatar teater panggung menuntut Dimas untuk melakukan penyesuaian intensitas akting secara presisi. Ia merasakan langsung energi intimidatif yang terpancar saat berada dalam satu kamera.
Perasaan canggung atau nervous sempat menghampiri Dimas sewaktu melakoni adegan tersebut. Kehadiran karakter Parewa tidak hanya memberi warna baru pada alur cerita, tetapi juga memperkuat ketegangan misteri di sekitar kehidupan Kapten Teddy.
Film URANG BUNIAN sendiri disutradarai oleh Rendy Herpy dan diproduseri oleh Johansyah Jumberan bersama Victor G. Pramusinto di bawah naungan Darihati Films. Ceritanya mengeksplorasi mitos keberadaan entitas gaib yang telah lama dipercaya masyarakat Sumatra Barat.
Setelah sukses menggelar pemutaran terbatas Special Screening di sejumlah kota besar, respon positif terus mengalir menjelang pemutaran resminya di layar lebar seluruh Indonesia.
“Ada satu peran yang dimainkan sama Bang Pinto tadi sebagai Parewa. Sangat berkesan sekali. Mungkin tadi teman-teman tadi lihat yang pertama kali, dia seorang sastrawan juga dari Minang,” cerita Dimas Aditya.
“Itu menurut saya menjadi menarik juga, dan orangnya unik gitu. Jadi memang karena pertama kali main film, ya. He-eh, jadi saya, ‘Kayak ini Urang Bunian, ya?’ gitu,” lanjutnya.
“Jadi memang ketika kita face-to-face di frame sama dia, dia lebih kuat di mungkin di aktor panggung, ya. Tapi akhirnya karena saya belum nonton filmnya, saya penasaran juga pengin lihat. Itu sih tantangannya ketika ketemu sama Parewa itu malah saya yang nervous gitu, karena dia punya sense of appearance ketika masuk frame itu yang membuat saya jadi, ‘Wah, nih serem ya nih orang,’ gitu,” pungkas Dimas. (BRG/Kul)



