
JAKARTA, koranindopos.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) menyelenggarakan kejuaraan tenis meja untuk memperingati HUT ke-50 KORPRI. Pertandingan itu melibatkan perwakilan dari BNN provinsi di seluruh Indonesia.
Tidak hanya melibatkan pegawai dari BNN provinsi, pertandingan tenis meja itu juga menggaet atlet nasional. Pertandingan tersebut akan digelar di gelanggang olahraga Balai Besar Rehabilitasi BNN, Lido, Bogor, Jawa Barat pada 1 – 3 Desember.
Animo untuk kejuaraan tenis meja bertajuk Smash on Drugs Womens Doubles Table Tennis National Championship 2021 itu begitu tinggi. Kategori dalam pertandingan kali ini ialah ganda putri dengan jumlah peserta 34 pasang.

Kepala Bagian Publikasi dan Media Sosial Biro Humas dan Protokol BNN Hanny Andhika menuturkan, perang terhadap narkoba bisa diwujudkan dengan hidup sehat berolahraga. Oleh karena itu, BNN juga menggandeng atlet tenis meja nasional untuk menyuarakan bahaya narkoba kepada anak-anak muda di Indonesia.
Strategi itu, lanjut Hanny, juga untuk mengoptimalkan program penanganan masalah narkoba. ”Itu sekaligus mendukung pemerintah untuk mewujudkan Indonesia bersih narkoba,” kata Hanny.
Hanny mengatakan, dengan berolahraga bisa menjadi salah satu kunci hidup sehat dan positif. Sehingga, akhirnya bisa menjauhi narkoba terutama bagi kalangan milenial dan generasi Z. ”Dengan berolahraga pikiran bisa jernih dan badan pun sehat. Olahraga bisa menghindarkan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (PLRKM) Deputi Bidang Rehabilitasi BNN Amrita Devi juga menambahkan, pertandingan tersebut menjadi kegiatan yang unik karena melibatkan perempuan dengan usia di bawah 30 tahun. Pertandingan itu ditujukan untuk menggali sosok-sosok perempuan yang dinamis, sportif, dan inspiratif.
”Karena kita ketahui kelompok usia itu memasuki fase kehidupuan berbeda. Dalam masa itu, banyak fase terjadi, mulai dari selesai kuliah, merintis karir, dan adapula yang memilih membina rumah tangga,” katanya.
Tentunya, di masa perkembangan tersebut para perempuan perlu diarahkan dengan kegiatan yang positif. Dengan begitu, mereka dapat tumbuh menjadi sosok yang produktif dan positif. ”Perempuan juga rentan dalam penyalahgunaan narkoba. Tidak hanya sebagai pengguna, tetapi ada juga yang menjadi kurir atau pengedar. Makanya, kegiatan positif ini mengajak perempuan-perempuan Indonesia untuk berdaya dan produktif,” ujarnya. (riz)









