Minggu, 28 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Film dan Musik

Davina Karamoy: Saya Menangis Baca Naskah Film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali

Editor : Memoarto oleh Editor : Memoarto
27 Juni 2026
in Film dan Musik
A A
0
RILIS FILM: Para pemeran film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali di Travoy Hub, Makasar, Jakarta Timur pada Jumat (26/6/2026). (FOTO: HARIS RISNANDAR/KORANINDOPOS.COM)

RILIS FILM: Para pemeran film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali di Travoy Hub, Makasar, Jakarta Timur pada Jumat (26/6/2026). (FOTO: HARIS RISNANDAR/KORANINDOPOS.COM)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, JAKARTA – FMM Studios dan Langit Pictures Indonesia meluncurkan poster dan trailer film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali di Travoy Hub, Makasar, Jakarta Timur pada Jumat (26/6/2026). Keterangan pers peluncuran film tersebut dihadiri para pemain dan tim produksi. Mereka adalah Davina Karamoy, Farhan Rasyid, Vonny Anggraini, Nadzira Shafa, Bismo Satrio, Mazaki Ahmad, Ferly Halim, M. Ali Ghifari, dan sutradara M. Amrul Ummami.

Film itu mengangkat kisah Dinar, seorang perempuan muda yang harus menghadapi tekanan hidup akibat persoalan keluarga, cinta, dan ekonomi. Cerita berpusat pada hubungan emosional antara Dinar dan ibunya, Mama Endang, yang dipenuhi pengorbanan, penyesalan, dan kesempatan yang tak bisa diulang.

Davina Karamoy mengaku sudah tersentuh sejak pertama kali membaca naskah bersama para pemain. “Waktu reading pertama, aku sampai nangis karena naskahnya emosional banget,” ujar Davina.

Menurut Davina, karakter Dinar menjadi tantangan tersendiri karena sangat berbeda dengan kepribadiannya di kehidupan nyata. “Dinar itu introvert, sedangkan aku aslinya bukan seperti itu. Jadi aku harus benar-benar menyesuaikan diri dengan karakter ini,” katanya.

Artikel Terkait

Icha Yang Pulang Kampung Langsung Manggung

Momen Haru, Billy Syahputra di Lamaran Adik, Kenang Almarhum Olga

Suarakan Bahaya Narkoba Lewat Rock, Adnan Ndy Rilis Single ‘Akhirku’ di Hari Anti-Narkotika Internasional

Untuk memperkuat karakter tersebut, Davina bahkan mengubah penampilannya dengan menggunakan poni agar sosok Dinar terasa lebih sesuai dengan kebutuhan cerita.

Sutradara M. Amrul Ummami mengatakan, Davina dipilih karena mampu menghadirkan perkembangan emosi karakter Dinar secara meyakinkan sepanjang film. “Davina dipilih karena dia bisa memaksimalkan potensi aktingnya dan sangat pas untuk memerankan transisi emosi Dinar,” ujarnya.

Sementara itu, Farhan Rasyid yang memerankan Faiz mengungkapkan proses membangun chemistry dengan Davina berlangsung alami karena keduanya telah bersahabat selama bertahun-tahun. “Aku dan Davina sudah berteman sekitar lima sampai enam tahun. Jadi untuk membangun chemistry itu lebih mudah,” kata Farhan.

Karakter lain yang menjadi pusat cerita adalah Mama Endang yang diperankan Vonny Anggraini. Ia digambarkan sebagai ibu tunggal yang penuh kasih sayang sekaligus sangat protektif terhadap Dinar. Di balik sikapnya tersebut, Mama Endang menyembunyikan penyakit kanker yang dideritanya serta beban utang peninggalan sang suami agar putrinya tidak ikut terbebani. “Mama Endang itu orang tua tunggal yang sangat protektif dan penuh kasih sayang,” ujar Vonny.

Menurutnya, adegan paling emosional muncul ketika Mama Endang harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya mungkin tidak memiliki banyak waktu lagi bersama sang anak. “Momen emosionalnya adalah saat Mama Endang sakit dan takut meninggalkan anaknya sendirian di dunia ini,” katanya.

Di tengah konflik tersebut hadir Firman yang diperankan Bismo Satrio, seorang pengusaha dengan karakter tegas dan kaku yang turut memberi warna dalam perjalanan hidup Dinar. “Firman itu entrepreneur yang tegas dan kaku terhadap bawahannya. Ada dinamika menarik juga antara Firman dan Faiz,” ujar Bismo.

Eksekutif Produser Ferly Halim mengatakan film ini ingin mengingatkan bahwa waktu merupakan sesuatu yang tidak dapat diputar kembali. “Waktu itu sangat berharga. Waktu tidak bisa diputar kembali, jadi gunakan waktu sebaik mungkin selama masih ada kesempatan,” ujar Ferly.

Ia berharap film tersebut dapat membuat penonton lebih menghargai waktu bersama keluarga, terutama hubungan antara ibu dan anak. “Harapannya setelah menonton film ini, penonton bisa lebih menghargai waktu bersama orang-orang tercinta, terutama hubungan ibu dan anak, sebelum semuanya terlambat,” katanya.

Produser sekaligus penulis M. Ali Ghifari menjelaskan ide cerita lahir dari pengalaman emosional yang dekat dengan kehidupan banyak orang. “Ide film ini berawal dari rasa penyesalan yang saya rasa banyak orang pernah alami. Kita sering berpikir, seandainya dulu saya begini, mungkin hasilnya berbeda,” ujarnya.

Menurut Ali, penyesalan terbesar sering muncul ketika seseorang tidak sempat memperbaiki hubungan dengan orang yang paling disayanginya. “Penyesalan paling besar itu biasanya muncul saat kita menyakiti atau mengecewakan orang yang kita sayangi, tetapi tidak sempat meminta maaf,” katanya.

Selain Davina Karamoy, Farhan Rasyid, Vonny Anggraini, dan Bismo Satrio, film ini juga dibintangi Nadzira Shafa serta Mazaki Ahmad. Andai Waktu Bisa Diulang Kembali dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 30 Juli 2026. (rls/hrs/mmr)

TerkaitBerita

SAPA FANS: Icha Yang tampil di acara Jember Meraih Mimpi yang diselenggarakan Pemkab Jember, Jawa Timur. (Foto: Dok./Icha Yang)
Film dan Musik

Icha Yang Pulang Kampung Langsung Manggung

oleh Editor : Memoarto
27 Juni 2026
Momen Haru, Billy Syahputra di Lamaran Adik, Kenang Almarhum Olga
Film dan Musik

Momen Haru, Billy Syahputra di Lamaran Adik, Kenang Almarhum Olga

oleh Editor : Akula
27 Juni 2026
Suarakan Bahaya Narkoba Lewat Rock, Adnan Ndy Rilis Single ‘Akhirku’ di Hari Anti-Narkotika Internasional
Film dan Musik

Suarakan Bahaya Narkoba Lewat Rock, Adnan Ndy Rilis Single ‘Akhirku’ di Hari Anti-Narkotika Internasional

oleh Editor : Akula
27 Juni 2026
Main Film CLBK, Sintya Marisca Terpikat Sifat ‘Bapak-Bapak’ Khiva Iskak Saat Bangun Chemistry
Film dan Musik

Main Film CLBK, Sintya Marisca Terpikat Sifat ‘Bapak-Bapak’ Khiva Iskak Saat Bangun Chemistry

oleh Editor : Akula
27 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

SAPA FANS: Icha Yang tampil di acara Jember Meraih Mimpi yang diselenggarakan Pemkab Jember, Jawa Timur. (Foto: Dok./Icha Yang)

Icha Yang Pulang Kampung Langsung Manggung

27 Juni 2026
Wamenaker: Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Wamenaker: Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

27 Juni 2026
Momen Haru, Billy Syahputra di Lamaran Adik, Kenang Almarhum Olga

Momen Haru, Billy Syahputra di Lamaran Adik, Kenang Almarhum Olga

27 Juni 2026
Suarakan Bahaya Narkoba Lewat Rock, Adnan Ndy Rilis Single ‘Akhirku’ di Hari Anti-Narkotika Internasional

Suarakan Bahaya Narkoba Lewat Rock, Adnan Ndy Rilis Single ‘Akhirku’ di Hari Anti-Narkotika Internasional

27 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3604 shares
    Share 1442 Tweet 901
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    453 shares
    Share 181 Tweet 113
  • Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Klasemen Grup B

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Obat Bebas Tetap Memiliki Risiko, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Menggunakannya

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Dua Pabrik Komponen Otomotif Jepang di Jatim Dikabarkan Bakal PHK Ribuan Karyawan, Produksi Disebut Pindah ke Vietnam

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya