Sabtu, 8 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Dua Kapal Tanker Pertamina Akhirnya Lolos dari Selat Hormuz, Berhasil Amankan Pasokan Minyak Indonesia

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
10 Juli 2026
in Nasional
A A
0
Dua Kapal Tanker Pertamina Akhirnya Lolos dari Selat Hormuz, Berhasil Amankan Pasokan Minyak Indonesia

Foto: dok. pertamina

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta – Dua kapal tanker milik Pertamina, MT Gamsunoro dan Pertamina Pride, akhirnya berhasil keluar dari Selat Hormuz setelah sempat terjebak selama berbulan-bulan akibat memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah. Keberhasilan kedua kapal tersebut menjadi kabar penting bagi ketahanan energi nasional karena masing-masing mengangkut jutaan barel minyak mentah yang diperuntukkan bagi Indonesia.

Kedua kapal tanker berkapasitas besar itu sebelumnya berangkat dari Terminal Minyak Ras Tanura, Arab Saudi, dengan membawa sekitar dua juta barel minyak mentah. Namun, perjalanan mereka terhenti pada 14 Maret 2026 setelah pecah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memicu meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk.

Situasi semakin rumit ketika Iran menyatakan akan mengambil tindakan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Ancaman tersebut membuat MT Gamsunoro dan Pertamina Pride harus menghentikan pelayaran dan berlindung di kawasan Teluk Arab sambil menunggu kondisi keamanan membaik.

Selama masa penantian, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran melakukan berbagai upaya diplomasi untuk memastikan keselamatan awak kapal sekaligus membuka peluang agar kedua kapal dapat kembali melanjutkan pelayaran menuju Indonesia.

Artikel Terkait

Dua Universitas Jalin Kerja Sama Untuk Standardisasi Fakultas Kedokteran

Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta, Kertas Diduga Dokumen Berhamburan dari Lantai Atas

BGN Akan Pasang Label Batas Waktu Konsumsi pada Ompreng MBG, Upaya Cegah Kasus Keracunan

Harapan sempat muncul ketika Iran menerapkan sistem buka-tutup pelayaran di Selat Hormuz pada 17 April 2026 seiring meredanya intensitas konflik. Namun, waktu pelayaran yang sangat terbatas membuat kedua kapal belum dapat memanfaatkan kesempatan tersebut karena risiko keamanan masih dinilai terlalu tinggi.

Terobosan akhirnya terjadi pada 24 Juni 2026 ketika MT Gamsunoro berhasil memulai perjalanan melintasi Selat Hormuz setelah melalui proses penilaian risiko yang dilakukan secara ketat selama hampir satu bulan.

Kapal tersebut bertolak dari Teluk Arab pada pukul 01.06 waktu Dubai dengan kecepatan sekitar 7,5 knot. Setelah menempuh perjalanan selama 16 jam, MT Gamsunoro berhasil melewati Selat Hormuz dan mencapai perairan yang dinyatakan aman.

Keberhasilan itu bukan hasil keputusan yang tergesa-gesa, melainkan buah dari koordinasi intensif antara Kementerian Luar Negeri RI, Kedutaan Besar RI di Teheran, serta Pertamina International Shipping (PIS) yang terus memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan.

Beberapa pekan setelah keberhasilan MT Gamsunoro, kapal tanker kedua, Pertamina Pride, juga berhasil melintasi Selat Hormuz dengan pola perjalanan serupa. Kapal tersebut menempuh waktu sekitar 16 jam hingga akhirnya keluar dari jalur pelayaran yang selama berbulan-bulan menjadi salah satu titik paling rawan akibat konflik bersenjata.

Lolosnya kedua kapal tanker tersebut menjadi pencapaian strategis bagi Indonesia. Selain menjamin keamanan pasokan minyak mentah yang akan diolah di dalam negeri, keberhasilan ini juga menunjukkan pentingnya sinergi antara diplomasi pemerintah, manajemen risiko pelayaran, serta koordinasi perusahaan dalam menghadapi situasi geopolitik yang penuh ketidakpastian.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia karena menjadi lintasan utama ekspor minyak dari negara-negara Teluk menuju pasar internasional. Gangguan di kawasan ini berpotensi memengaruhi rantai pasok energi global, termasuk bagi Indonesia yang masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak mentahnya.

Keberhasilan MT Gamsunoro dan Pertamina Pride keluar dari Selat Hormuz diharapkan mampu menjaga kelancaran pasokan energi nasional sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap kemampuan Indonesia dalam mengelola tantangan logistik di tengah dinamika geopolitik internasional.(dhil/kmps)

Topik: Pertaminaselat hormuz

TerkaitBerita

KERJA SAMA: Rektor Universitas Esa Unggul Arief Kusuma Among Praja (kanan) secara resmi telah meneken kerja sama dengan Fakultas Kedokteran UI. (FOTO: SHANTY AULIA/KORANINDOPOS.COM)
Pendidikan

Dua Universitas Jalin Kerja Sama Untuk Standardisasi Fakultas Kedokteran

oleh Editor : Memoarto
8 Agustus 2026
Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta, Kertas Diduga Dokumen Berhamburan dari Lantai Atas
Peristiwa

Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta, Kertas Diduga Dokumen Berhamburan dari Lantai Atas

oleh Editor : Affandy
8 Agustus 2026
BGN Akan Pasang Label Batas Waktu Konsumsi pada Ompreng MBG, Upaya Cegah Kasus Keracunan
Nasional

BGN Akan Pasang Label Batas Waktu Konsumsi pada Ompreng MBG, Upaya Cegah Kasus Keracunan

oleh Editor : Affandy
8 Agustus 2026
KETERANGAN PERS: Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama (dua dari kiri) memberikan penjelasan kepada awak media di Gedung Multi-Hazard Early Warning System (MHEWS), BMKG di Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (16/6/2026). (Foto Ilustrasi: BMKG.go.id)
Nasional

Gempa Magnitudo 5,0 Terjadi di Laut Jawa Jumat Malam

oleh Editor : Memoarto
8 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya