Koranindopos.com, Jakarta – Sebuah karya film menyentuh hati diluncurkan rumah produksi Holofa Pictures berjudul Agape: The Unconditional Love. Film berdurasi 105 menit ini berbeda dengan drama keluarga pada umumnya, Agape mengusung tema yang jarang diangkat, yakni tentang perjalanan seorang caregiver dalam merawat orang terkasih yang sedang sakit.
Pesan utama film yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 4 September 2025 ini adalah bagaimana kesabaran dan kasih sayang diuji di tengah situasi sulit.
Produser Michael Lumban Tobing menegaskan bahwa film ini menawarkan perspektif unik yang belum banyak disentuh sineas lain.
“Agape beda dengan yang lain, cerita tentang caregiver belum banyak diangkat. Ini momen yang pas untuk mengangkat judul Agape, merawat orang terkasih tanpa pamrih. Itulah yang jadi kekuatan dalam film ini,” katanya di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).

Alur cerita Agape mempertemukan delapan tokoh dari latar belakang berbeda di sebuah rumah sakit. Sania, diperankan Maudy Koesnaedi, adalah seorang ibu tunggal yang berjuang demi putrinya Kira (Sarah Beatrix) yang mengidap leukemia.
Selain itu, ada Gigi (Rania Putrisari) dan Gino (Pangeran Lantang), kakak beradik yatim piatu yang saling menjaga di tengah kesulitan hidup. Penonton juga diajak mengikuti kisah Daffa (Tanta Ginting) dan Bimo (Samuel Rizal), dua sahabat yang persahabatannya diuji oleh sakit dan pengorbanan.
Cerita semakin dalam lewat kehadiran pasangan lansia Yosua (Tyo Pakoesadewo) dan Martha (Meriam Bellina), yang memperlihatkan cinta tulus bertahan meski waktu terus berjalan. Semua karakter ini terhubung melalui luka, harapan, dan cinta yang mereka alami bersama.
Momen paling menyentuh hadir ketika Gino menyanyikan lagu untuk Kira. Adegan ini menjadi titik balik yang menyatukan para tokoh dalam ikatan emosional. Kisah tersebut menggambarkan bentuk kasih sayang yang luas, mulai dari cinta seorang ibu, persaudaraan, persahabatan, hingga pasangan hidup.
Sutradara Arie Azis mengungkapkan bahwa proses produksi film berlangsung cukup singkat. “Prosesnya 15 hari, 85 persen di rumah sakit, riil di Bogor. Tiga hari (syuting) di luar. Prosesnya cepat karena cast-nya bagus-bagus,” jelas Arie.
Deretan pemain senior dan muda berbakat menjadi daya tarik lain film ini. Selain nama-nama utama seperti Meriam Bellina, Maudy Koesnaedi, dan Tyo Pakoesadewo, hadir pula Samuel Rizal, Pangeran Lantang, Rania Putrisari, hingga Sarah Beatrix. Film ini juga didukung oleh Dwi Yan, Rendy Kjaernett, Sam Tobing, TJ Ruth, Chika Waode, serta Tutie Kirana.
Film yang ditulis oleh Titien Wattimena dan Beta Ingrid Ayu ini bukan sekadar hiburan. Film ini menyajikan drama kemanusiaan yang sarat emosi dan penuh pesan moral, mengingatkan penonton tentang arti cinta tanpa pamrih yang selalu relevan dalam kehidupan sehari-hari. (Brg/Hend)










