Koranindopos.com – Jakarta. Produser Agung Saputra kembali menegaskan komitmennya dalam dunia perfilman Indonesia dengan merilis film horor terbarunya berjudul Jalan Pulang. Di bawah bendera rumah produksi Leo Pictures yang juga ia dirikan, Agung mencoba menawarkan nuansa berbeda dari film horor konvensional dengan menghadirkan sebuah konsep cerita yang berpadu antara ketegangan dan perjalanan emosional.
Film ini bukan hanya menjadi bukti ambisi kreatif Agung Saputra, tetapi juga mempertemukan tiga nama besar di dunia film horor Indonesia dalam satu layar. Luna Maya, Taskya Namya, dan Shareefa Daanish—yang dikenal sebagai “ratu-ratu horor” Tanah Air—dipersatukan untuk memperkuat intensitas cerita. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 19 Juni 2025.
Bercerita tentang Lastini, seorang wanita yang dihantui duka mendalam setelah kehilangan suaminya, Edward, dalam peristiwa yang janggal dan misterius, Jalan Pulang menyuguhkan pengalaman berbeda bagi para penonton genre horor. Agung Saputra sendiri menyebut keterlibatan tiga bintang besar sekaligus sebagai bagian dari berkah yang tak ternilai.
“Ini adalah rezeki yang sangat luar biasa, karena mencari pemain itu susah-susah gampang. Bukan soal uang dan cerita, di dalamnya banyak rintangan,” ungkap Agung dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, pada 4 Juni 2025.

Luna Maya, yang turut membintangi film ini, mengaku tertarik karena nuansa cerita yang tidak seperti film horor pada umumnya. Menurutnya, Jalan Pulang menghadirkan elemen road story—sebuah perjalanan penuh misteri dan pencarian jawaban yang jarang ditemui dalam film horor lokal.
“Mungkin ada, aku pribadi belum pernah mendapatkan seperti itu. Jadi journey seorang karakter mencari jawaban. Itu yang menarik. Biasanya kan syuting film horor ceritanya berkutat pada satu rumah, satu tempat. Tapi kalau ini ada journey-nya pergi ke satu tempat ke tempat lainnya. Dan itu yang aku suka bahwa dia gak stuck di satu tempat. Ini ada di sebuah perjalanan,” kata Luna.
Di bawah arahan sutradara Jeropoint, film ini juga melibatkan aktor dan aktris berkaliber lainnya seperti Teuku Rifnu Wikana, Sujiwo Tejo, Kiki Narendra, Ruth Marini, hingga Widika Sidmore. Salah satu momen istimewa dalam film ini adalah kembalinya Luna Maya dan Shareefa Daanish ke satu proyek layar lebar setelah hampir dua dekade.
Bagi Shareefa, bisa kembali beradu akting dengan Luna Maya merupakan pengalaman yang mengundang nostalgia sekaligus rasa gugup. “Perasaannya kalau buat saya bisa dibilang nervous ya dengan seorang Luna Maya, bisa adu akting, aku udah lama banget kan terakhir main film sama Luna Maya? Berapa tahun,” ucap Shareefa.
Luna sendiri sempat lupa kapan terakhir beradu peran dengan Shareefa, sebelum akhirnya diingatkan oleh rekannya bahwa film terakhir mereka bersama adalah Pesan dari Surga, yang dirilis pada tahun 2006.
“Film yang mana aja udah lupa,” ucap Luna sambil tersenyum.
“Pesan dari Surga. Itu udah lama banget, lama banget. Ya pokoknya udah lama banget,” timpal Shareefa.
Film Jalan Pulang juga mempertemukan Luna Maya dengan sejumlah aktor dan aktris yang sudah tidak asing lagi baginya, termasuk Taskya Namya dan Saskia Chadwick. Momen kebersamaan ini rupanya memberi energi positif tersendiri bagi Luna.
“Terus juga ditemui dengan Taskya lagi, Saski, Danish, terus ada Raffan, ada Kiki yang aku nggak kenali tadi setelah dicukur jenggotnya,” kata Luna sambil tertawa.
Ia pun mengungkapkan rasa bahagia bisa kembali terlibat dalam proyek yang menghadirkan lawan main dengan kapasitas akting yang solid. “Jadi film ini juga luar biasa banget ya semuanya dan selalu menyenangkan main film itu ketemu lawan main yang bisa dibilang benar-benar mumpuni semuanya lah kemampuannya, it’s something yang benar-benar we look forward untuk di sebuah projek sih,” pungkas Luna.
Dengan deretan nama besar dan premis cerita yang tidak biasa, Jalan Pulang digadang-gadang menjadi salah satu film horor yang paling dinantikan tahun ini. Penonton bisa menyaksikan bagaimana perpaduan misteri, perjalanan batin, dan sinergi para bintang besar membentuk pengalaman horor yang menyeluruh di layar lebar.










