Koranindopos.com, Jakarta – Melalui pementasan musik bertajuk “Harapan dalam Harmoni”, organisasi Nada Kasih sukses menggelar perhelatan konser amal yang memadukan keindahan nada dan aksi nyata kemanusiaan. Acara yang berlangsung meriah di Gedung Kesenian Jakarta, Minggu (11/10/2026) tersebut menjadi wadah berkumpulnya para musisi muda, keluarga, serta masyarakat umum yang peduli akan masa depan anak-anak kurang mampu.
Inisiatif yang diusung oleh kelompok penikmat dan praktisi musik muda ini berfokus pada penggalangan dana bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang memerlukan bantuan medis mendesak. Mengingat tingginya kebutuhan akses fasilitas kesehatan yang layak bagi kelompok rentan, penggalangan dana ini disalurkan secara spesifik melalui lembaga sosial Let’s Share Health Care. Pendekatan berbasis pertunjukan seni ini dinilai efektif dalam menggugah empati masyarakat perkotaan, khususnya generasi muda.
Langkah ini menegaskan bahwa seni musik bukan sekadar wahana hiburan belaka, melainkan medium efektif untuk merangkul kepedulian lintas generasi. Amanda, salah satu anggota tim penyelenggara, menjelaskan bahwa kegiatan ini secara khusus dirancang sebagai konser amal untuk menggalang dukungan bagi anak-anak yang membutuhkan bantuan kesehatan.
“Jadi hari ini charity konser kita, harapan kita mengumpulkan dana untuk anak kurang mampu dan sakit dari Let’s Share Health Care,” ujar Amanda.
Meskipun pagelaran “Harapan dalam Harmoni” mencatatkan sejarah baru sebagai perhelatan perdana yang diinisiasi oleh Nada Kasih, respons serta simpati masyarakat yang hadir melampaui perkiraan awal panitia. Antusiasme para penonton dan donatur tercermin secara nyata dari kalkulasi penggalangan dana sementara yang terus merangkak naik sepanjang acara. Keberhasilan ini membuktikan bahwa semangat solidaritas sosial di kalangan masyarakat tetap membara saat digerakkan melalui wadah yang tepat.
Dana yang berhasil dihimpun dalam satu malam tersebut bahkan telah melampaui estimasi finansial yang ditargetkan sejak masa persiapan. Amanda menyebut dana yang terkumpul sementara telah mencapai lebih dari Rp400 juta, melampaui target penggalangan dana mereka.
“Sejauh ini sudah terkumpul 400 juta lebih jadi melebihi target kami,” kata Amanda.
Capaian angka melampaui Rp400 juta tersebut mempertegas tingginya kepercayaan publik terhadap transparansi dan tujuan sosial aksi ini. Adapun jumlah akhir donasi akan diumumkan secara resmi kepada publik setelah seluruh proses penghitungan dan finalisasi dokumen administrasi selesai dilaksanakan.
Suksesnya penyelenggaraan konser ini tak lepas dari kolaborasi erat bersama PT Bina Musik Jakarta (BMJ) serta partisipasi berbagai lembaga pendidikan musik kenamaan. Panggung Gedung Kesenian Jakarta diwarnai sajian harmoni beragam genre yang dibawakan oleh Ohana Orchestra dari Sekolah Santa Ursula, grup band mewakili British School Jakarta, serta penampilan berbakat dari murid-murid Bina Musik Jakarta. Kehadiran para talenta muda dari berbagai latar belakang sekolah ini memberi warna pertunjukan yang kaya dan solid.
Pendiri dan Ketua Nada Kasih, Kinsella Chelsy Wong menjelaskan bahwa konser ini dibangun melalui kolaborasi sejumlah pihak dari lingkungan musik dan sekolah.
“Pertunjukan kali ini kita ambil kolaborasi dari BMJ, sekolah kami, dan dll,” ujar Kinsella.
Keberhasilan pertunjukan ini disempurnakan oleh komitmen utuh Nada Kasih yang memastikan seluruh hasil penjualan tiket serta sumbangan donatur disalurkan tanpa potongan biaya operasional sedikit pun. Seluruh beban produksi dan operasional panggung sepenuhnya ditanggung oleh Nada Kasih, sehingga setiap rupiah dari donatur dapat dirasakan langsung penerima manfaat.
Kelancaran acara dari aspek teknis hingga artistik didukung oleh kerja keras tim internal Nada Kasih yang digawangi Kinsella Chelsy Wong, Felicia A. Siamir, Amanda Haryono, Petra Sosrosaputro, dan Candice Alyson Fendrawan. Sentuhan profesional juga hadir lewat arahan Julius Firdaus selaku Artistic Director, Clarentia Prameta sebagai Show Director, Prassetya Alliyus selaku Visual Director, serta dipandu oleh Ary Kirana sebagai pembawa acara.
“Melihat begitu banyak orang bersedia ikut ambil bagian membuat kami semakin percaya bahwa langkah kecil bisa membawa manfaat ketika dilakukan bersama. Terima kasih kepada semua yang telah mendukung perjalanan ini. Semoga kepedulian yang tumbuh melalui konser ini terus berlanjut,” ujar Kinsella Chelsy Wong.
Konser “Harapan dalam Harmoni” akhirnya tidak sekadar menjadi ajang unjuk bakat, melainkan bukti nyata bahwa integritas, seni, dan kepedulian sosial mampu menciptakan dampak besar bagi masyarakat yang membutuhkan. Keberhasilan ini menjadi pijakan kuat bagi Nada Kasih untuk terus menginspirasi generasi muda Indonesia dalam menyebarkan kebaikan melalui panggung-panggung selanjutnya. (BRG/Hend)










