Jumat, 26 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Ekonomi Bisnis

Harga Bitcoin Anjlok ke Rp1,05 Miliar, Investor Pilih Berlindung dari Risiko Pelemahan

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
26 Juni 2026
in Bisnis
A A
0
Harga Bitcoin Anjlok ke Rp1,05 Miliar, Investor Pilih Berlindung dari Risiko Pelemahan

Foto: dok. ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Pasar kripto kembali berada di bawah tekanan setelah harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis (25/6/2026). Mata uang kripto terbesar di dunia tersebut sempat menyentuh level terendah intraday di angka US$58.995 atau sekitar Rp1,05 miliar dengan asumsi kurs Rp17.947 per dolar AS.

Penurunan ini memperpanjang tren pelemahan Bitcoin yang sepanjang tahun 2026 masih kesulitan mempertahankan posisi di atas level psikologis US$60.000. Dibandingkan dengan puncak harga yang pernah dicapai tahun lalu, nilai Bitcoin kini telah terkoreksi sekitar 52 persen.

Meski harga Bitcoin mengalami penurunan tajam, sejumlah pelaku pasar menilai tekanan yang terjadi saat ini belum sepenuhnya mencerminkan kondisi sesungguhnya. Aktivitas perdagangan derivatif, khususnya pada produk ETF berbasis Bitcoin, menunjukkan investor masih bersikap sangat hati-hati terhadap prospek aset digital tersebut.

Data perdagangan menunjukkan ETF iShares Bitcoin Trust (IBIT) mencatat aktivitas opsi yang sangat tinggi. Volume transaksi opsi mencapai hampir 1,1 juta kontrak dalam sehari, dengan dominasi kuat pada kontrak opsi jual atau put option.

Artikel Terkait

Lebih dari Pelindungan Finansial: Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjadi Sahabat di Tengah Risiko

Danamon Hadirkan DIVE – Chapter Youth, Kenalkan Industri Perbankan kepada Generasi Muda

PENAS XVII 2026 Dorong Investasi dan Teknologi Agrobisnis

Investor tercatat membeli sekitar 275.000 kontrak opsi put, jauh lebih tinggi dibandingkan opsi call yang hanya berada di bawah 129.000 kontrak. Kondisi ini mengindikasikan bahwa mayoritas pelaku pasar masih mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan penurunan harga lebih lanjut.

Dari total premi opsi yang diperdagangkan pada IBIT senilai sekitar US$187 juta, sebagian besar atau sekitar US$144 juta berasal dari transaksi opsi put. Bahkan dari 20 kontrak yang paling aktif diperdagangkan berdasarkan volume, sebanyak 19 kontrak merupakan opsi jual.

Fenomena tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan investor untuk melindungi portofolio mereka dari risiko pelemahan harga Bitcoin dalam jangka pendek.

Salah satu kontrak yang paling banyak diminati adalah opsi put dengan harga pelaksanaan 32,5 yang akan berakhir pada Jumat. Posisi ini memberikan keuntungan bagi investor jika harga terus mengalami penurunan dalam waktu dekat.

Meski sentimen pasar cenderung negatif, volatilitas ETF Bitcoin saat ini masih berada pada level yang relatif terkendali. Indikator volatilitas IBIT tercatat di angka 53, yang menunjukkan ekspektasi pergerakan harga sekitar 3 persen per hari.

Berdasarkan perhitungan harga opsi yang jatuh tempo pada akhir Juli 2026, terdapat peluang sekitar 48 persen bahwa harga IBIT akan turun lebih dari 10 persen dari posisi saat ini.

Namun di sisi lain, peluang kenaikan sebesar 10 persen dalam periode yang sama juga masih cukup besar, yakni sekitar 55 persen. Hal ini menunjukkan pasar masih berada dalam fase ketidakpastian tinggi, di mana arah pergerakan selanjutnya belum sepenuhnya jelas.

Di tengah tekanan yang dialami Bitcoin, perhatian investor global saat ini banyak beralih ke sektor kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Kinerja saham-saham perusahaan teknologi berbasis AI yang terus menguat membuat sebagian dana investasi berpindah dari aset kripto ke instrumen yang dianggap lebih menjanjikan.

CEO Two Prime, Alexander Blume, menilai Bitcoin saat ini menghadapi tantangan besar untuk kembali menarik perhatian investor.

Menurutnya, dominasi narasi AI di pasar keuangan membuat Bitcoin kehilangan momentum yang sebelumnya menjadi daya tarik utama bagi investor spekulatif maupun institusional.

Selain itu, ketidakpastian terkait sejumlah perusahaan besar yang memiliki eksposur tinggi terhadap Bitcoin juga turut memengaruhi sentimen pasar. Kondisi tersebut membuat investor semakin berhati-hati dalam mengambil posisi pada aset kripto.

Analis menilai pergerakan Bitcoin dalam beberapa pekan ke depan masih akan sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga bank sentral, serta arus investasi institusional ke produk-produk ETF berbasis kripto.

Selama belum muncul katalis positif yang kuat, volatilitas tinggi diperkirakan masih akan membayangi pasar aset digital. Meski demikian, sebagian investor jangka panjang tetap melihat koreksi harga saat ini sebagai peluang untuk melakukan akumulasi secara bertahap.

Dengan harga yang masih bergerak di sekitar level US$60.000, Bitcoin kini berada pada fase penting yang akan menentukan arah tren pasar kripto untuk sisa tahun 2026.(dhil/dtk)

Topik: Bitcoin

TerkaitBerita

Lebih dari Pelindungan Finansial: Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjadi Sahabat di Tengah Risiko
Bisnis

Lebih dari Pelindungan Finansial: Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjadi Sahabat di Tengah Risiko

oleh Editor : Doe
26 Juni 2026
Danamon Hadirkan DIVE – Chapter Youth, Kenalkan Industri Perbankan kepada Generasi Muda
Bisnis

Danamon Hadirkan DIVE – Chapter Youth, Kenalkan Industri Perbankan kepada Generasi Muda

oleh Editor : Affandy
25 Juni 2026
AGROBISNIS: Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) bersama PT Fery Agung Corindotama (FERACO) membuka Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di GOR David-Tony, Limboto, Kabupaten Gorontalo. (Foto: Dok./KTNA)
Bisnis

PENAS XVII 2026 Dorong Investasi dan Teknologi Agrobisnis

oleh Editor : Memoarto
25 Juni 2026
Bisnis

CCEP Indonesia Raih Penghargaan HR Asia Best Companies to Work for in Asia Enam Tahun Berturut-Turut

oleh Editor : Doe
25 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Lebih dari Pelindungan Finansial: Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjadi Sahabat di Tengah Risiko

Lebih dari Pelindungan Finansial: Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjadi Sahabat di Tengah Risiko

26 Juni 2026
Kasus Pengamen Bakar Pagar Rumah di Bekasi Berakhir Damai, Diselesaikan Lewat Restorative Justice

Kasus Pengamen Bakar Pagar Rumah di Bekasi Berakhir Damai, Diselesaikan Lewat Restorative Justice

26 Juni 2026
Mendikti Bungkam Soal Mahasiswa UBK Terima Rp20 Juta dan Keterlibatan Eks Ketua BEM UGM

Mendikti Bungkam Soal Mahasiswa UBK Terima Rp20 Juta dan Keterlibatan Eks Ketua BEM UGM

26 Juni 2026
MacBook Neo Jadi Sorotan di Tengah Kemerosotan Pasar PC Global

MacBook Neo Jadi Sorotan di Tengah Kemerosotan Pasar PC Global

26 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3579 shares
    Share 1432 Tweet 895
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    447 shares
    Share 179 Tweet 112
  • Marco Bezzecchi Kena Sanksi Berat Setelah Pukul Marshal

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Klasemen Grup B

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Obat Bebas Tetap Memiliki Risiko, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Menggunakannya

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya