Koranindopos.com – Jakarta. Kampus i3L (Indonesia International Institute for Life Sciences) kembali menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dengan mengadakan workshop edukatif yang inovatif. Bekerja sama dengan Posyandu Menur RW 11, Kayu Putih, Pulogadung, i3L menggelar workshop bertema “Pengolahan MPASI dan Kudapan Tempe Bergizi untuk Ibu Hamil.”
Acara ini berlangsung di laboratorium kuliner kampus i3L pada 15 Agustus 2024 dan menjadi bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan sejak Juli hingga November 2024, didukung oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Workshop ini dihadiri oleh dua belas peserta, termasuk ibu-ibu baduta (bayi di bawah dua tahun), kader posyandu, dan kader PKK. Dalam pelatihan ini, para peserta diajak mempelajari cara membuat olahan tempe yang bergizi dan sesuai dengan prinsip keamanan pangan.
Beberapa resep yang diperkenalkan antara lain sup krim tempe dengan tekstur lembut yang ideal untuk bayi baduta, serta tempe kukus schotel yang bernutrisi tinggi bagi ibu hamil. Inovasi olahan tempe ini diharapkan dapat menjadi alternatif sehat bagi ibu-ibu yang terbiasa mengolah tempe dengan cara digoreng atau ditumis.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta, yang merasa senang bisa belajar resep baru berbasis tempe yang praktis dan bergizi. Di akhir sesi pelatihan, peserta menerima buku “Gastronomi 100+ Inovasi Tempe,” yang memuat beragam resep tempe kreatif untuk meningkatkan kesehatan keluarga.

Buku ini diharapkan dapat membantu para ibu menjadi lebih variatif dalam mengolah tempe sebagai sumber pangan utama di rumah.
“Menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat tidak hanya bagi peserta, tapi juga dari pihak kampus i3L. Tentunya para peserta mendapatkan informasi mengenai cara mengolah pangan secara aman. Kampus i3L sendiri mendapatkan manfaat juga melalui kegiatan ini sebagai wadah bagi mahasiswa untuk belajar berkontribusi kepada masyarakat,” ujar Ananditya Nugraha, salah satu dosen i3L yang terlibat dalam kegiatan ini.
Melalui program PKM ini, i3L berupaya untuk tidak hanya meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam ilmu pangan, tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat dengan memberikan edukasi tentang pangan yang aman dan bergizi.
Acara seperti ini diharapkan menjadi bagian dari kontribusi i3L dalam mendukung kesehatan ibu hamil dan balita, serta membuka peluang untuk lebih banyak lagi program serupa di masa depan yang bisa memperkaya wawasan masyarakat.








