Selasa, 16 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Ekonomi Bisnis

IHSG Tiba-Tiba Anjlok Lebih dari 4 Persen, Terperosok ke Level 5.946 pada Sesi I Perdagangan

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
3 Juni 2026
in Bisnis
A A
0
IHSG Tiba-Tiba Anjlok Lebih dari 4 Persen, Terperosok ke Level 5.946 pada Sesi I Perdagangan

Foto: ilustrasi ihsg

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta – Pergerakan pasar modal Indonesia mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat dibuka di zona hijau mendadak berbalik arah dan mengalami koreksi tajam hingga lebih dari 4 persen pada sesi pertama perdagangan.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia yang dihimpun dari RTI Business, IHSG tercatat berada di level 5.946,67 pada pertengahan sesi I, atau turun sekitar 4,02 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Penurunan tersebut membuat indeks kembali bergerak jauh dari level psikologis 6.000 poin yang selama ini menjadi salah satu acuan pelaku pasar.

Kondisi ini cukup mengejutkan mengingat pada awal perdagangan IHSG sempat menunjukkan performa positif dengan menguat ke level 6.213,80. Namun tekanan jual yang terjadi di berbagai sektor membuat indeks berbalik melemah dalam waktu relatif singkat.

Meski pasar bergerak negatif, aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia terpantau tetap ramai. Hingga pertengahan sesi pertama, volume perdagangan mencapai sekitar 20,72 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp11,76 triliun.

Artikel Terkait

Harga Emas Antam Menguat, Tembus Rp 2,729 Juta per Gram

Bank Jakarta mendekatkan layanan digital kepada masyarakat melalui Jakarta Fair 2026:

Membangun Benteng Mental Anak dari Keluarga: Sinergi PNM dan KPPPA Berdayakan Perempuan Bajawa

Sementara itu, frekuensi perdagangan tercatat mencapai lebih dari 1,43 juta transaksi, menunjukkan tingginya aktivitas jual beli di tengah volatilitas pasar yang meningkat.

Volume dan nilai transaksi yang besar mengindikasikan bahwa investor aktif melakukan penyesuaian portofolio di tengah pergerakan indeks yang mengalami tekanan cukup dalam.

Penurunan tajam IHSG langsung menjadi perhatian para pelaku pasar. Koreksi lebih dari empat persen dalam satu sesi perdagangan merupakan pergerakan yang cukup signifikan dan biasanya dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor, baik dari dalam negeri maupun sentimen global.

Pelaku pasar umumnya mencermati sejumlah faktor seperti perkembangan ekonomi global, pergerakan nilai tukar rupiah, kebijakan suku bunga, kondisi geopolitik, hingga aksi jual investor asing yang dapat memengaruhi arah pergerakan indeks.

Dalam beberapa waktu terakhir, pasar keuangan global juga masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi internasional hingga dinamika pasar valuta asing yang turut memengaruhi sentimen investasi di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Di tengah volatilitas yang meningkat, para analis umumnya mengingatkan investor untuk tetap berfokus pada fundamental perusahaan dan tidak mengambil keputusan investasi secara emosional.

Pergerakan pasar yang tajam sering kali memunculkan peluang sekaligus risiko. Oleh karena itu, investor disarankan untuk terus memantau perkembangan sentimen pasar, laporan keuangan emiten, serta berbagai indikator ekonomi yang dapat memengaruhi arah investasi dalam jangka menengah dan panjang.

Hingga sesi pertama perdagangan berakhir, pelaku pasar masih menantikan apakah IHSG mampu melakukan rebound pada sesi berikutnya atau justru melanjutkan tekanan yang telah membawa indeks turun ke bawah level 6.000 poin.

Kondisi ini menjadikan perdagangan hari ini sebagai salah satu momen yang paling diperhatikan oleh investor dan pelaku pasar modal Indonesia sepanjang pekan ini.(dhil)

Topik: IHSG

TerkaitBerita

Harga Emas Antam Turun Rp10.000 per Gram, Kini di Level Rp2,733 Juta
Bisnis

Harga Emas Antam Menguat, Tembus Rp 2,729 Juta per Gram

oleh Editor : Affandy
15 Juni 2026
Bank Jakarta mendekatkan layanan digital kepada masyarakat melalui Jakarta Fair 2026:
Ekonomi

Bank Jakarta mendekatkan layanan digital kepada masyarakat melalui Jakarta Fair 2026:

oleh Editor : Akula
12 Juni 2026
Membangun Benteng Mental Anak dari Keluarga: Sinergi PNM dan KPPPA Berdayakan Perempuan Bajawa
Ekonomi

Membangun Benteng Mental Anak dari Keluarga: Sinergi PNM dan KPPPA Berdayakan Perempuan Bajawa

oleh Editor : Akula
12 Juni 2026
DESTINASI WISATA: Salah satu kamat di hotel jaringan WHHG. (Foto: Dok./WHHG)
Bisnis

Menginap di Hotel WHHG Dapat Diskon Tiket Ke Ancol

oleh Editor : Memoarto
12 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

SPMB Jakarta 2026 Masuki Tahap Pemilihan Sekolah, Calon Murid Diminta Pastikan Akun Sudah Aktif

SPMB Jakarta 2026 Masuki Tahap Pemilihan Sekolah, Calon Murid Diminta Pastikan Akun Sudah Aktif

15 Juni 2026
Satu Pelari Meninggal di BTN Jakarta International Marathon 2026, Risiko Lomba Jarak Jauh Kembali Jadi Sorotan

Satu Pelari Meninggal di BTN Jakarta International Marathon 2026, Risiko Lomba Jarak Jauh Kembali Jadi Sorotan

15 Juni 2026
Dolar AS Masih Bertahan di Level Rp 17.700 Pagi Ini

Rupiah Menguat, Dolar AS Tertekan ke Level Rp 17.773 pada Awal Perdagangan

15 Juni 2026
Harga Emas Antam Turun Rp10.000 per Gram, Kini di Level Rp2,733 Juta

Harga Emas Antam Menguat, Tembus Rp 2,729 Juta per Gram

15 Juni 2026

Terpopuler

  • Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    497 shares
    Share 199 Tweet 124
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3492 shares
    Share 1397 Tweet 873
  • Angka Kematian Ibu di Indonesia Tertinggi Se-Asia Tenggara

    329 shares
    Share 132 Tweet 82
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    418 shares
    Share 167 Tweet 105
  • Polisi Sita 276 Cartridge Vape Mengandung Narkotika Etomidate Senilai Rp1,5 Miliar

    333 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya