Senin, 5 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

Indonesia Resmi Terapkan Label ‘Nutri Level’ pada Makanan dan Minuman

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
15 April 2026
in Kesehatan
A A
0
Indonesia Resmi Terapkan Label ‘Nutri Level’ pada Makanan dan Minuman
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Pemerintah Indonesia resmi memperkenalkan sistem label gizi terbaru bernama “Nutri Level” untuk membantu masyarakat menilai tingkat kesehatan produk makanan dan minuman. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK/01/07/MENKES/301/2026 tentang Pencantuman Label Gizi dan Pesan Kesehatan Olahan Siap Saji.

Melalui aturan tersebut, setiap produk pangan olahan siap saji akan diberi penanda berupa level A, B, C, hingga D. Sistem ini dirancang agar konsumen dapat dengan mudah memahami kandungan gizi suatu produk, khususnya terkait gula, garam, dan lemak (GGL).

Level A menjadi kategori paling sehat karena memiliki kandungan GGL rendah sesuai anjuran. Sementara itu, level D merupakan kategori paling tidak sehat, karena kandungan gula, garam, dan lemaknya dapat melebihi batas aman yang direkomendasikan oleh World Health Organization.

Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi yang lebih sehat, sekaligus menekan angka penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi.

Artikel Terkait

Mengenal Kelenjar Pituitari: Waspadai Sakit Kepala Hingga Gangguan Penglihatan Sejak Dini

Wabah Ebola di Kongo Tewaskan 4.018 Orang, Kasus Tembus 8.300

Kasus Campak di AS Tembus 3.887 pada 2026, Lampaui Total Tahun Lalu

Secara umum, kriteria Nutri Level dibagi sebagai berikut:

  • Level A: Kandungan gula, garam, dan lemak sangat rendah
  • Level B: Kandungan masih dalam batas aman
  • Level C: Kandungan mulai tinggi dan perlu dibatasi
  • Level D: Kandungan sangat tinggi dan berisiko bagi kesehatan

Penerapan label ini juga mendorong produsen untuk melakukan reformulasi produk agar lebih sehat dan memenuhi standar gizi yang ditetapkan pemerintah.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah produk minuman kemasan, termasuk minuman kopi susu kekinian, yang umumnya memiliki kandungan gula cukup tinggi. Dengan adanya Nutri Level, konsumen kini dapat lebih mudah mengetahui apakah produk tersebut termasuk kategori aman atau justru perlu dibatasi konsumsinya.

Langkah ini menempatkan Indonesia sejajar dengan sejumlah negara lain yang telah lebih dulu menerapkan sistem label gizi sederhana di bagian depan kemasan (front-of-pack labeling) guna melindungi kesehatan masyarakat.(dhil)

Topik: Indonesialabel nutri level

TerkaitBerita

Mengenal Kelenjar Pituitari: Waspadai Sakit Kepala Hingga Gangguan Penglihatan Sejak Dini
Kesehatan

Mengenal Kelenjar Pituitari: Waspadai Sakit Kepala Hingga Gangguan Penglihatan Sejak Dini

oleh Editor : Akula
5 Oktober 2026
Wabah Ebola di Kongo Tewaskan 4.018 Orang, Kasus Tembus 8.300
Kesehatan

Wabah Ebola di Kongo Tewaskan 4.018 Orang, Kasus Tembus 8.300

oleh Editor : Affandy
4 Oktober 2026
Kasus Campak di AS Tembus 3.887 pada 2026, Lampaui Total Tahun Lalu
Kesehatan

Kasus Campak di AS Tembus 3.887 pada 2026, Lampaui Total Tahun Lalu

oleh Editor : Affandy
3 Oktober 2026
Mengenal Smartphone Brain, Kebiasaan Main HP yang Bisa Ganggu Fokus hingga Tidur
Kesehatan

Mengenal Smartphone Brain, Kebiasaan Main HP yang Bisa Ganggu Fokus hingga Tidur

oleh Editor : Affandy
2 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya