Koranindopos.com – Jakarta – Sulit fokus saat bekerja, tidur tidak nyenyak, atau sering mengalami sakit kepala setelah berjam-jam menatap layar ponsel? Kebiasaan menggunakan smartphone secara berlebihan disebut dapat berkaitan dengan sejumlah keluhan tersebut.
Belakangan, fenomena ini ramai disebut sebagai “smartphone brain”, meski istilah tersebut bukan diagnosis medis resmi. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan dampak kebiasaan penggunaan smartphone yang terlalu intens terhadap pola perhatian, tidur, dan aktivitas sehari-hari.
Smartphone kini menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari mengecek notifikasi begitu bangun tidur hingga scrolling media sosial sebelum tidur, ponsel kerap digunakan hampir sepanjang hari.
Dokter Spesialis Bedah Saraf dari Yashoda Medicity India, Dr Gaurav Batra, mengatakan penggunaan layar atau screen time yang tidak terkontrol dapat memengaruhi konsentrasi, pola tidur, hingga kebiasaan sehari-hari.
“Kami sering menjumpai pasien yang mengeluhkan sulit konsentrasi, kualitas tidur buruk, hingga sakit kepala berulang, yang ternyata juga punya riwayat memakai ponsel berjam-jam setiap hari,” ujar Dr Batra, dikutip dari Hindustan Times.
Lantas, bagaimana kebiasaan menggunakan HP dalam waktu lama dapat berkaitan dengan gangguan konsentrasi, tidur, dan sakit kepala?
1. Membuat Fokus Mudah Terganggu
Salah satu pola penggunaan smartphone yang menjadi perhatian adalah task switching, yakni berpindah-pindah tugas dalam waktu singkat.
Sebagai contoh, seseorang sedang membalas email, kemudian terganggu notifikasi dan beralih membuka media sosial. Setelah beberapa saat, ia kembali mengerjakan pekerjaan sebelumnya.
Menurut Dr Batra, kebiasaan tersebut dapat membuat perhatian menjadi terfragmentasi atau terpecah.
“Seseorang mungkin mulai dengan membalas email, lalu terdistraksi notifikasi, lanjut membuka media sosial, baru kemudian kembali ke pekerjaan awal. Kebiasaan ini membuat perhatian terfragmentasi (terpecah-pecah),” jelasnya.
Paparan stimulasi yang terus-menerus, seperti notifikasi, video pendek, dan perubahan konten yang cepat, juga membuat seseorang terbiasa berpindah perhatian.
Dalam kondisi tersebut, aktivitas yang membutuhkan konsentrasi dalam waktu lama, seperti belajar atau bekerja, dapat terasa lebih sulit dilakukan.
2. Mengganggu Kualitas Tidur
Kebiasaan membawa ponsel ke tempat tidur juga dapat membuat waktu tidur tertunda. Niat tidur pada pukul 22.00, misalnya, bisa berubah menjadi berjam-jam scrolling hingga larut malam.
Dr Batra mengatakan persoalan penggunaan ponsel sebelum tidur bukan hanya berkaitan dengan paparan cahaya dari layar. Konten yang dikonsumsi juga dapat membuat otak tetap aktif secara mental.
“HP membuat otak tetap terlibat secara mental, memicu kita menunda jam tidur, dan membentuk kebiasaan buruk untuk langsung memeriksa ponsel setiap kali terbangun di malam hari,” ujarnya.
Sejumlah penelitian juga menemukan adanya hubungan antara tambahan waktu penggunaan layar dan berkurangnya durasi tidur. Salah satu studi yang dikutip dalam laporan tersebut menyebut setiap tambahan satu jam screen time harian berpotensi mengurangi waktu tidur sekitar 3-5 menit.
3. Bisa Memicu Sakit Kepala
Sakit kepala dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti stres, kurang tidur, dehidrasi, hingga migrain. Namun, penggunaan smartphone dalam waktu lama juga dapat menambah faktor pemicu tertentu.
Saat menatap layar dalam durasi panjang, seseorang cenderung menundukkan kepala dan mempertahankan posisi leher dalam waktu lama. Kebiasaan tersebut sering disebut sebagai text neck.
Selain itu, pengguna smartphone juga cenderung lebih jarang berkedip ketika berkonsentrasi menatap layar. Kondisi tersebut dapat membuat mata terasa lelah.
Ketegangan pada otot leher dan bahu, mata lelah, paparan cahaya layar, serta postur tubuh yang kaku dapat berkontribusi terhadap munculnya sakit kepala tipe tegang atau tension headache.
Rasa lelah setelah menatap layar dalam waktu tertentu dapat terjadi dalam aktivitas sehari-hari. Namun, apabila keluhan seperti sulit berkonsentrasi, tidur terganggu, dan sakit kepala muncul berulang serta berlangsung lebih dari dua minggu, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian.
Sebagai langkah awal, seseorang dapat mencoba mengurangi penggunaan smartphone yang tidak esensial selama dua minggu. Salah satunya dengan membatasi screen time di luar kebutuhan pekerjaan atau studi hingga maksimal dua jam per hari.
Kebiasaan menggunakan ponsel sebelum tidur juga dapat dikurangi dengan berhenti menggunakan HP setidaknya satu jam sebelum waktu tidur.
Jika keluhan tidak membaik setelah perubahan kebiasaan, pemeriksaan ke dokter dapat dilakukan untuk mencari penyebab lain yang mungkin mendasarinya.
Dr Batra juga mengingatkan agar sakit kepala yang sangat berat, semakin memburuk, atau disertai gangguan penglihatan, kelemahan tubuh, maupun gejala saraf lainnya tidak diabaikan.
Dalam kondisi tersebut, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebab dan mendapatkan penanganan yang sesuai.(dhil/dtk)










