Koranindopos.com, Bali – Bali menjadi tempat berkumpulnya para penggemar surfing, motor, dan musik dalam Deus Slidetoberfest 2026 yang berlangsung pada 23–25 Oktober. Selama tiga hari, acara ini menghadirkan berbagai kegiatan di tiga pantai dengan suasana dan tantangan yang berbeda.
Pantai Pererenan menjadi lokasi kompetisi surfing. Sementara itu, Pantai Pasut menggelar Dress Up Drag Race yang memadukan balapan motor dengan kostum unik para peserta. Adapun Deus Swank Rally berlangsung di Pantai Pangkung Tibah, kawasan Ciputra Beach Resort, dengan kategori Expert dan Beginner.
Director Deus, Arthur Jean Alois Perrin, mengatakan Slidetoberfest menjadi kesempatan bagi komunitas untuk berkumpul dan menikmati berbagai kegiatan yang mereka sukai.
“Slidetober jauh lebih dari sekadar acara motor. Bagi kami, ini adalah perayaan atas segala hal yang diwakili Deus, yaitu kreativitas, kebebasan, persahabatan, dan hasrat bersama untuk berkendara, baik di atas dua roda maupun di atas papan selancar,” ungkap Arthur Jean Alois Perrin.
Menurut Arthur, kemenangan bukan menjadi tujuan utama dalam kegiatan ini. Ia ingin peserta dan pengunjung menikmati waktu bersama tanpa harus terpaku pada hasil kompetisi.
“Pada akhirnya, ini bukan soal memenangi balapan; ini soal bersenang-senang, menghabiskan waktu bersama, dan merayakan segala hal yang diwakili Deus,” tambahnya.
Keseruan berlanjut hingga malam hari di Temple of Enthusiasm, Canggu. Pada Sabtu, 24 Oktober, pengunjung dapat menikmati pameran tunggal karya Andre Yoga, perajin yang membuat karya seni untuk Deus Slidetoberfest tahun ini, serta pertunjukan musik langsung.
Rangkaian acara kemudian mencapai puncaknya pada Minggu, 25 Oktober, di Deus Pits. Selain pengumuman para pemenang, acara penutup juga dimeriahkan penampilan The Panturas.
Arthur mengatakan penyelenggaraan tahun ini tidak membawa banyak perubahan dari tahun sebelumnya. Deus tetap ingin menjadikan acara tersebut sebagai ruang pertemuan bagi para pengendara, penggemar, dan orang-orang yang memiliki ketertarikan terhadap berbagai kegiatan yang diusung merek tersebut.
“Deus tetap sangat rendah hati dan tidak datang untuk pamer. Acara-acaranya biasanya lebih tentang bersenang-senang dan mengajak orang melihat apa yang kami kerjakan,” tutupnya. (BRG/Kul)










